Wali Kota Palangka Raya Serap Aspirasi Masyarakat Terdampak Kebakaran

Wali Kota
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin turun langsung meninjau lokasi kebakaran di kawasan pemukiman Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45, Selasa (14/7/2026). Foto: Ifa

PALANGKA RAYA – Duka masih menyelimuti kawasan Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45, Selasa (14/7/2026). Ditengah puing-puing bangunan yang hangus terbakar, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota, Achmad Zaini turun langsung menemui warga, mendengarkan keluhan, sekaligus menyerap aspirasi para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.

Kebakaran tersebut mengakibatkan 46 kepala keluarga (KK) atau 146 jiwa terdampak dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Rinciannya, di RT 01 kebakaran melanda 20 rumah, satu madrasah dan satu barak tiga pintu yang dihuni 27 KK atau 89 jiwa. Sementara di RT 02 terdapat empat rumah terdampak dengan 4 KK atau 15 jiwa. Kemudian di RT 03 sebanyak 14 rumah dihuni 15 KK atau 42 jiwa ikut dilalap si jago merah.

Dalam peninjauan itu, Fairid memastikan seluruh kebutuhan dasar warga menjadi prioritas pemerintah, mulai dari bantuan logistik, layanan kesehatan hingga pengurusan administrasi kependudukan bagi korban yang kehilangan dokumen penting.

“Hari ini, Saya bersama Pak Wakil mengunjungi sekaligus bersilaturahmi dengan saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran. Prioritas kami saat ini adalah mencukupi kebutuhan harian mereka, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pelayanan administrasi kependudukan melalui Dukcapil. Jadi, warga yang kehilangan KTP, KK dan dokumen lainnya langsung kita bantu,” ujar Fairid.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah menyiapkan bantuan stimulan bagi warga terdampak. Bantuan tersebut sebesar Rp 12 juta untuk rumah rusak berat, Rp 7,5 juta bagi rumah rusak sedang dan Rp 5 juta untuk rumah rusak ringan. Penyalurannya akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku agar tepat sasaran.

Selain menyalurkan bantuan, Fairid juga mendengarkan langsung aspirasi warga yang menginginkan adanya sumber air permanen untuk mengantisipasi kebakaran serupa di masa mendatang.

Setelah meninjau lokasi bersama tokoh masyarakat, pemerintah menilai pembangunan sumur sapan menjadi solusi yang paling memungkinkan.

“Tadi juga ada usulan warga terkait penyediaan sumber air. Setelah saya cek langsung bersama tokoh masyarakat, usulan yang paling memungkinkan bukan sekadar mesin pompa air karena kalau hanya menggunakan pipa tidak cukup kuat. Kemungkinan kita akan membangun sumur sapan. Namun, itu membutuhkan lahan. Nanti lurah, camat, RT dan RW akan berkoordinasi menyiapkan lokasinya. Kalau lahannya sudah siap, pemerintah pasti akan menindaklanjutinya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fairid juga menyoroti kondisi madrasah yang turut terdampak kebakaran. Menurutnya, Pemko Palangka Raya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama karena bangunan tersebut baru selesai direhabilitasi sekitar dua bulan lalu sehingga masih dalam proses administrasi dan audit.

“Oleh karena itu, pemerintah akan menyelaraskan langkah dengan Kementerian Agama agar bantuan yang diberikan tidak menimbulkan persoalan administrasi,” ungkapnya. (ifa/abe)