Cat Jalan Mengelupas di Sejumlah Titik, GAPURA Soroti Dugaan Pemborosan Anggaran

gapura
Ketua Gerakan Pemuda Untuk Rakyat (GAPURA), Aris, menyampaikan orasi beberapa waktu lalu. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Gerakan Pemuda Untuk Rakyat (GAPURA) menyoroti kondisi pengecatan jalur sepeda dan pembatas jalan di Kota Palangka Raya yang mulai mengalami kerusakan serta pengelupasan cat di sejumlah titik. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya kualitas pengerjaan proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran publik.

Beberapa ruas jalan protokol di Kota Palangka Raya menjadi perhatian karena cat jalur sepeda terlihat mulai pudar dan terkelupas meski pengerjaannya dinilai belum berlangsung lama.

Ketua GAPURA, Aris, menyampaikan kritik terhadap proyek pengecatan jalan yang dinilai lebih mengedepankan estetika dibanding kualitas dan kebutuhan utama masyarakat.

“Pengecatan pembatas jalan bukan hanya salah prioritas, tetapi juga menjadi simbol proyek yang terkesan asal-asalan. Belum lagi hitungan bulan, masyarakat sudah melihat cat terkelupas di berbagai sudut jalan. Ini menunjukkan bahwa kualitas pengerjaan patut dipertanyakan,” ujar Aris.

Selain menyoroti kualitas pengerjaan, GAPURA juga mempertanyakan besarnya anggaran yang digunakan dalam proyek pengecatan tersebut. Menurut Aris, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka penggunaan anggaran yang dialokasikan pemerintah.

“Kami juga mempertanyakan, apakah anggaran sebesar itu memang hanya digunakan untuk pengecatan jalan? Jangan sampai anggaran rakyat dihabiskan untuk proyek estetika instan yang rapuh sementara banyak persoalan infrastruktur utama masih membutuhkan perhatian serius,” tegasnya.

GAPURA meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pengerjaan proyek, termasuk transparansi spesifikasi bahan, proses pengerjaan, hingga pengawasan di lapangan.

Menurut GAPURA, pembangunan infrastruktur seharusnya mengutamakan kualitas, ketahanan, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, bukan hanya tampilan visual yang cepat rusak.

Aris menegaskan bahwa proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah harus benar-benar memberikan dampak nyata dan memiliki kualitas yang tahan lama.

“Rakyat membutuhkan pembangunan yang benar-benar berdampak dan tahan lama, bukan proyek yang hanya terlihat bagus di awal tetapi cepat rusak di kemudian hari,” tutupnya. (*/cen)