NANGA BULIK – Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid mengatakan, Undang-Undang (UU) Otonomi daerah menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh pelosok nusantara.
Hal ini disampaikannya saat gelaran Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Bupati Lamandau, kemarin.
“Kita terus bersinergi dengan Pusat Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” menjadi Tema tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan pejabat daerah, diantaranya Dandim 1017/Lmd, Letkol Arm Ady Kurniawan, M.Han., Kasat Samapta Polres Lamandau, AKP Nanang Maulidi, S.H., Kasi Intel Kejari Lamandau, Joko Firmansyah, S.H., M.H., Para Kepala OPD dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lamandau.
Pasukan upacara terdiri dari personel gabungan TNI Kodim 1017/Lmd, Polres Lamandau, Satpol PP serta enam satuan setingkat peleton (SST) ASN Lamandau.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Abdul Hamid menekankan, bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah pilar utama tata kelola pemerintahan yang responsif.
“Pemilihan tema tahun ini merupakan refleksi atas pentingnya hubungan harmonis dan konstruktif antara pusat dan daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Kita harus membuktikan, bahwa Indonesia mampu menjadi bangsa maju, mandiri dan berdaulat,” ujar Wabup.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Wabup memaparkan poin-poin implementasi strategis yang wajib disinkronkan oleh pemerintah daerah, meliputi Ketahanan Nasional: swasembada pangan dan energi melalui penguatan regulasi serta teknologi pertanian.
Infrastruktur: peningkatan konektivitas dan inovasi teknologi.
Integritas: Mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel dan bebas korupsi.
Ekonomi Kerakyatan: Kemudahan akses permodalan UMKM dan penciptaan lapangan kerja.
Kesejahteraan Sosial: Pemerataan akses pendidikan, pemberian makanan bergizi gratis bagi siswa, serta penanganan stunting secara masif.
Digitalisasi: Transformasi layanan publik melalui e-government untuk mempercepat pelayanan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, wabup berpesan, agar momentum Hari Otoda ini dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara nyata.
Fokus utama ke depan adalah penguatan SDM aparatur melalui sertifikasi, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta reformasi birokrasi yang adaptif. (han/abe)



