NANGA BULIK – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra menegaskan, komitmennya menuntaskan sejumlah janji politik, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, masuknya listrik desa, hingga kelanjutan pembangunan masjid agung di wilayah tersebut.
Salah satu fokus utama yakni penanganan ruas Jalan Sepaku – Perigi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan tersebut, merupakan akses vital bagi warga, sekaligus jalur distribusi hasil perkebunan.
Kondisi jalan saat ini dilaporkan mengalami kerusakan berat, mulai dari berlobang, berlumpur hingga tergenang air saat musim hujan. Selain itu, jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan, bahkan disebut pernah menimbulkan korban jiwa.
Kerusakan jalan diperparah oleh aktivitas kendaraan berat milik perusahaan yang melintas setiap hari. Di sisi lain, sistem drainase yang buruk membuat jalan semakin cepat rusak saat diguyur hujan.
Dampaknya, aktivitas ekonomi warga terganggu. Akses anak sekolah hingga pasien menuju fasilitas kesehatan juga menjadi sulit.
Sebagai bentuk protes, warga sempat memasang portal pembatas untuk kendaraan berat. Sementara itu, perbaikan sementara juga pernah dilakukan oleh pihak perusahaan melalui pengerasan dan perataan jalan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau, kini memasukkan ruas tersebut sebagai prioritas dalam program 1 Tahun masa kerja bupati.
“Jalan Sepaku–Perigi ini menjadi perhatian serius kami. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut aktivitas ekonomi dan keselamatan masyarakat. Kami pastikan penanganannya masuk prioritas,” kata Rizky.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur juga terlihat pada ruas Jalan Perigi – Beruta. Jalan sepanjang sekitar 10 kilometer tersebut, kini telah dibangun dengan konstruksi rigid pavement dengan total anggaran mencapai Rp71 miliar.
Keberadaan jalan ini dinilai strategis, karena menghubungkan Nanga Bulik dengan sejumlah kecamatan lain serta memperlancar mobilitas orang dan barang. Sebelumnya, ruas tersebut hanya berupa jalan tanah yang kerap becek saat hujan dan berdebu saat kemarau.
“Pembangunan Jalan Perigi – Beruta ini bagian dari komitmen kami membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat konektivitas antar kecamatan,” ujarnya.
Selain sektor jalan, program prioritas lain yang dikebut, yakni pemerataan listrik masuk desa serta kelanjutan pembangunan masjid agung sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat Lamandau merasakan pembangunan secara merata, mulai dari akses jalan, listrik, hingga fasilitas ibadah. Semua ini bagian dari janji yang harus kami tuntaskan,” tegasnya.
Sejumlah proyek peningkatan jalan juga telah dilakukan, seperti peningkatan ruas Sepaku–Perigi melalui APBD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026. (han/abe)



