KUALA KURUN – Objek wisata unggulan Taman Hutan Raya (Tahura) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang menjadi incaran wisatawan terancam sepi pengunjung. Hal itu disampaikan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, karena kondisi jalan menuju ke lokasi tersebut mengalami kerusakan, akibat dilintasi truk angkutan berat milik perusahaan besar swasta (PBS).
Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas Untung J Bangas mengatakan, bahwa ke Tahura itu, sebenarnya satu-satunya jalan untuk menuju tempat wisata andalan di wilayah setempat. Akan tetapi rusak akibat dilintasi oleh angkutan berat milik PBS yang sedang beroperasi.
“Kami melihat ke lapangan, kerusakan jalan itu akibat aktivitas angkutan beberapa PBS yang melebihi tonase jalan. Secara umum ini juga sangat membahayakan bagi para pengunjung yang akan datang ke Tahura itu nantinya,” ucap Untung J Bangas dibincangi, belum lama ini.
Kedepan kata dia, pihaknya akan mengkroscek ke satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) yang ada di Gumas, untuk menanyakan angkutan tersebut mempunyai izin atau tidak. Pasalnya sudah beberapa tahun melintas di daerah jalan Tahura tersebut.
“Dalam aturannya kan, sudah jelas mengenai angkutan di jalan raya,” tegas politisi dari partai berlambang bintang mercy ini.
Sedangkan tambah legislator dari Komisi II ini menyebutkan, jalan tersebut memang dibuat oleh pemerintah daerah untuk kepentingan dalam mengundang wisatawan ke Tahura. Namun kenyataannya jalan ini malah dipergunakan untuk kepentingan dari PBS dalam mengangkut hasil sumber daya alam yang ada.
Sehingga kedepan, kata dia, wisatawan yang datang akan terancam tidak berani. Dikarenakan, jalan rusak serta angkutan yang begitu banyak dan berat. Bahkan juga sangat, membahayakan bagi para pengunjung yang akan berwisata.
“Wisatawan yang akan datang jadi tidak berani. Sebab kalau melalui jalan ke sana, ancamannya banyak. Karena banyak jumlah angkutan berat membuat rusak jalan. Sehingga apa yang terjadi tahura ini akan mati tanpa pengunjung,” pungkasnya. (nya/abe)



