PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) berpartisipasi aktif pada event “Indonesia Universities Climate Conference (IUCC)” diselenggarakan di Hotel Le Meridien – Jakarta, pada 28 – 30 Maret 2022 lalu.
Konferensi antar universitas yang diadakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Inggris di Indonesia ini diikuti 60 orang delegasi peneliti perubahan iklim dari 60 PTN/PTS terpilih yang ada di Indonesia.
Kegiatan IUCC ini menjadi perhelatan pertama yang mempertemukan perwakilan dari puluhan universitas di Indonesia untuk membahas, hasil dari COP-26/2021 (UN Climate Change Conference in Glasgow UK) dan Glasgow Climate Pact, dokumen kesepakatan negara-negara dalam mencegah kenaikan temperature global melebihi 1.5 derajat dan meminimalisir dampak dari krisis iklim.
IUCC bertujuan, untuk menggerakkan sektor akademis (termasuk universitas dan institusi riset) guna membahas solusi-solusi adaptasi, mitigasi dan pendanaan iklim Indonesia.
Perhelatan konferensi IUCC ini dapat menunjukkan dukungan kuat dari sektor akademis dalam peningkatan ambisi iklim Indonesia, sebagai pemegang Kepresidenan G20 tahun ini.
Puncak rangkaian acara IUCC ini, diadakan diskusi publik dengan tema “Dukungan Sektor Akademis untuk Pemulihan Hijau & Komitmen Iklim Indonesia” yang dihadiri Dr Suharso Monoarfa selaku Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) RI/Kepala BAPPENAS.
Sedangkan narasumber yang memberikan pencerahan kepada semua peserta adalah Prof Dr Emil Salim (Menteri Lingkungan Hidup RI 1978-1983), Dr Dino Patti Djalal (Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat 2010-2013/mantan Wamenlu RI 2014), Mr Owen Jenkins (Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste), Prof Keith Bell (UK Energy Research Center) dan narasumber penting lainnya.
Delegasi dari UPR dipimpin Prof Drs Kumpiady Widen PhD (Dekan FISIP UPR), Hendrik Segah PhD (Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut UPR), Uras T Palis PhD (Kepala Pusat Penelitian Perikanan & Ekosistem Air Hitam LPPM UPR) dan Merty Ilona MP (Mahasiswa S3/Doktoral Ilmu Lingkungan UPR) membawa sebuah Position Paper dari UPR, berjudul “Universitas Palangka Raya dan Rekomendasi Mitigasi Perubahan Iklim pada Ekosistem Gambut di Indonesia Pasca COP 26/Glasgow”.
Hendrik Segah PhD menjadi Delegasi UPR yang menghadiri secara langsung event IUCC 2022 ini, menyampaikan pentingnya kerja sama multipihak dalam menghadapi perubahan iklim baik dalam aspek mitigasi, adaptasi dan pendanaan.
“Universitas Palangka Raya sebagai salah satu universitas negeri terbesar dan tertua di Provinsi Kalimantan Tengah, sangat menyadari keberadaan lahan gambut yang begitu besar, khususnya pada peran dan fungsi gambut. Ekosistemnya sangat besar dalam penyerapan karbon (carbon sequestration) dan penyimpan (reservoir) karbon,” jelas Hendrik Segah.
Pada konferensi ini, Wakil Peneliti UPR memberikan beberapa rekomendasi kebijakan dalam Position Paper UPR untuk pemerintah terutama dalam adaptasi, mitigasi dan pendanaan perubahan iklim di Indonesia Pasca COP 26/Glasgow serta kontribusinya pada Nationally Determined Contribution (NDC).
Secara khususnya pada pengelolaan, perlindungan dan pemanfaatan lahan/ekosistem gambut tropika, yang secara global terkait dengan aspek (1) Perencanaan Ekosistem Gambut di Indonesia, (2) Pemanfaatan Ekosistem Gambut di Indonesia, (3) Pengendalian Ekosistem Gambut di Indonesia, (4) Pemeliharaan Ekosistem Gambut, (5) Pengawasan dan Penegakan Hukum Ekosistem Gambut, (6) Pelibatan Seluruh Pemangku-kepentingan Ekosistem Gambut, dan (7) Riset pada Ekosistem Gambut di Indonesia. (hms/rul/abe)



