Pemko Palangka Raya Perluas Rumah Oksigen hingga Kelurahan dan Posyandu

Pemko Palangka
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin saat berkunjung ke Rumah Oksigen Posyandu Cempaka, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Senin (21/9/2026) malam. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Kabut asap yang kian menebal di Kota Palangka Raya membuat Pemerintah Kota (Pemko) memperluas layanan rumah oksigen hingga ke kantor kelurahan dan posyandu.

Langkah tersebut diambil agar warga tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas ketika membutuhkan oksigen maupun pertolongan medis akibat paparan asap.

Perluasan dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

“Kalau sebelumnya rumah oksigen hanya ada di puskesmas, sekarang kami perluas ke kelurahan hingga posyandu. Kami ingin masyarakat mengetahui, bahwa layanan ini semakin dekat dan mudah dijangkau,” ucap Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Rumah Oksigen Posyandu Cempaka, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Senin (21/9/2026) malam.

Salah satu lokasi yang mulai dimanfaatkan berada di Kelurahan Kereng Bangkirai. Bangunan bekas musala di kawasan tersebut digunakan sebagai posyandu sekaligus rumah oksigen. Fasilitas di lokasi itu akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain menyediakan oksigen, Pemko juga menyiagakan tenaga kesehatan di setiap titik layanan. Petugas medis berasal dari puskesmas terdekat sesuai wilayah kerja masing-masing.

Di Kereng Bangkirai misalnya, layanan didukung tenaga kesehatan dari Puskesmas Kereng Bangkirai maupun Puskesmas Marina.

Fairid menegaskan, pelayanan tidak hanya dilakukan pada siang hari. Pemko mendorong rumah oksigen di puskesmas maupun kelurahan dapat melayani hingga malam hari, bahkan ditargetkan beroperasi selama 24 jam apabila ketersediaan personel memungkinkan.

Untuk mendukung layanan darurat, Pemko juga mengoptimalkan Call Center 112. Warga yang membutuhkan ambulans, evakuasi medis, maupun rujukan ke instalasi gawat darurat (IGD) dapat langsung menghubungi layanan tersebut.

“Jika ada kondisi mendesak, data warga yang memanfaatkan rumah oksigen sudah tersedia sehingga proses rujukan bisa lebih cepat melalui Call Center 112,” katanya.

Pada hari yang sama ada empat warga di Kelurahan Kereng Bangkirai yang memanfaatkan layanan rumah oksigen. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan akibat kabut asap masih cukup tinggi.

Saat ini jumlah rumah oksigen di bawah naungan Pemko Palangka Raya mencapai sekitar 20 titik. Jumlah tersebut terdiri atas 11 puskesmas, penambahan di enam kelurahan, serta tiga posyandu. Selain itu, Fairid memastikan jumlahnya akan terus ditambah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Selain rumah oksigen, Pemko juga membagikan masker gratis kepada masyarakat. Warga dipersilakan mengambil masker di kantor kelurahan atau puskesmas terdekat tanpa dipungut biaya.

Mengingat kondisi kabut asap yang mulai pekat, masyarakat bahkan diperbolehkan mengambil lebih dari satu masker untuk meningkatkan perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan. (ter/abe)