Pemko Palangka Raya Siapkan Penguatan Tim dan Sumur Bor

Pemko Palangka
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meninjau, langsung kondisi karhutla di Kilometer 17 dan posko karhutla Kilometer 21, kemarin. Foto: Ter/Kalteng Oke

PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya terus diperkuat. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meninjau, langsung kondisi karhutla di Kilometer 17 dan posko karhutla Kilometer 21, Minggu (20/9/2026) siang.

Dari hasil tinjauan tersebut, Fairid menyebut kondisi di sejumlah titik masih cukup parah. Selain kilometer 17 dan kilometer 21, laporan kebakaran juga diterima dari kawasan Kameloh serta wilayah yang berbatasan dengan Taruna.

“Km 17, kemudian ke posko karhutla di Km 21. Itu cukup parah. Kemudian ada laporan sekarang juga di Kameloh dan berbatasan sama Taruna juga sedang menyala api,” ujarnya di lokasi.

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, berencana memperkuat personel dan armada untuk menangani titik-titik tersebut. Khusus Kilometer 21, penanganan saat ini telah melibatkan unsur TNI-Polri. Sementara Kilometer 17 dan Kameloh akan menjadi bagian dari pembagian kekuatan berikutnya.

Fairid mengatakan, pembagian tim dan armada akan dibahas dalam rapat setelah peninjauan. Salah satunya dengan menempatkan beberapa armada tangki dari posko untuk memperkuat penanganan di Kilometer 17. Mobil pemadam dari BPBD Kota Palangka Raya juga akan dibagi untuk mendukung penanganan di Kameloh.

Selain penguatan armada pemadaman, kebutuhan sumur bor turut menjadi perhatian, khususnya di Kilometer 17. Fairid menyebut pemerintah akan mengupayakan pembangunan sumur bor bagi warga yang membutuhkan, terutama untuk mendukung ketersediaan air di tengah kondisi lahan yang kering.

“Kalau sumur bor kita bisa bangunkan nanti. Tetapi yang jadi kendala lagi, setelah sumur bor harus ada mesin,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah bantuan sumur bor sebelumnya juga telah dibangun, termasuk di Petuk Katimpun yang mendapat pembangunan 13 titik sumur bor melalui dukungan dari pemerintah pusat melalui Kodam.

Untuk mendukung pembasahan awal oleh masyarakat, Pemko juga mengusulkan tambahan mesin air dan selang yang nantinya dapat digunakan warga. Langkah ini dinilai penting karena lahan yang telah padam masih berpotensi kembali terbakar.

Fairid mencontohkan kondisi di Kilometer 17, meski api terlihat sudah padam, asap masih berkumpul sehingga diperlukan pembasahan, termasuk pada malam hari untuk mencegah api kembali menyala. (ter/abe)