KASONGAN – Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergotong-royong dalam Gerakan Katingan BERIMAN (Bersih, Indah dan Nyaman) Tahun 2026, Jumat (26/6/2026) pagi.
Mereka membawa sapu, parang, arit, mesin pemotong rumput, hingga kantong sampah.
Gerakan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Katingan, Firdaus, ST bersama Sekda Katingan, Dr. Ir. Christian Rain, MT.
Agar pelaksanaan lebih efektif, peserta dibagi ke dalam tiga tim yang menyasar kawasan strategis. Tim pertama bekerja di sepanjang Pintu Gerbang hingga Bundaran Kantor Bupati Katingan.
Tim kedua membersihkan kawasan Taman Hijau hingga taman di seberang Gedung Salawah, sementara tim ketiga menata kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) I hingga taman depan RTH II.
Selain memungut sampah, para peserta juga memangkas rumput liar, membersihkan saluran di sekitar taman, merapikan median jalan, hingga memangkas ranting pohon yang dinilai mengganggu keindahan dan keselamatan pengguna jalan.
Di sela kegiatan, Wabup menyampaikan bahwa Gerakan Katingan BERIMAN memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar aksi bersih-bersih lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi upaya membangun budaya peduli lingkungan yang harus dimulai dari aparatur pemerintah sebelum menjadi contoh bagi masyarakat.
“Kalau kita ingin daerah ini terlihat bersih, indah, dan nyaman, maka perubahan itu harus dimulai dari kita sendiri. ASN harus menjadi teladan dalam menjaga lingkungan. Dengan semangat gotong royong seperti ini, saya yakin kepedulian masyarakat terhadap kebersihan akan terus tumbuh,” ujar Firdaus.
Senada dengan itu, Sekda menambahkan bahwa kolaborasi seluruh OPD dalam Gerakan BERIMAN menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan.
“Saya berharap, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan di setiap lingkungan kerja maupun ruang publik,” ucapnya.
Melalui Gerakan Katingan BERIMAN, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Katingan ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga lingkungan tetap bersih, hijau dan tertata.
”Sebab, lingkungan yang terawat merupakan cerminan kepedulian bersama sekaligus menjadi fondasi bagi terciptanya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” tutur Rain. (ndi)



