FLS3N Jadi Investasi Jangka Panjang bagi Seni dan Budaya Barito Utara

fls3n
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Wardatun Nur Jamilah. Foto: Ist

MUARA TEWEH – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 dinilai bukan sekadar ajang kompetisi antarpelajar, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem seni, sastra, dan budaya di daerah.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Wardatun Nur Jamilah, menanggapi pelaksanaan FLS3N jenjang SD/MI dan SMP/MTs yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Barito Utara, Sabtu (9/5/2026).

Legislator yang akrab disapa Datun itu menilai, kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, bakat, serta kecintaan terhadap seni dan budaya sejak usia dini.

“FLS3N ini adalah investasi jangka panjang untuk kebudayaan kita. Jangan sampai anak-anak Barito Utara hanya pintar secara angka, tetapi miskin imajinasi dan rasa,” ujar Datun, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan FLS3N tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi juga dari tumbuhnya keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri para peserta yang tampil mewakili sekolah masing-masing.

Datun juga mengapresiasi peran guru pendamping, orang tua, serta panitia yang telah memberikan dukungan kepada para siswa sehingga mampu menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Ia berharap kolaborasi seluruh pihak terus diperkuat agar kegiatan seperti FLS3N menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus mengurangi kejenuhan siswa terhadap rutinitas akademik.

“Kami di DPRD akan terus mendorong agar kegiatan ini tidak hanya seremonial tahunan, tetapi menjadi gerakan rutin yang terintegrasi dengan kurikulum muatan lokal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Datun mendorong agar penyelenggaraan FLS3N terus berinovasi dengan menambah cabang lomba yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan minat generasi muda.

Menurutnya, selain cabang seni tradisional seperti tari dan baca puisi, kegiatan tersebut juga dapat mengakomodasi kategori baru, seperti konten kreator edukasi, sastra digital, maupun karya kreatif berbasis teknologi.

“Biarkan anak-anak menunjukkan versi terbaik mereka. Bagi kami, setiap anak yang berani naik ke panggung adalah pemenang. Karena keberanian adalah awal dari semua prestasi,” pungkasnya. (tia/cen)