fbpx

Lakukan Pencegahan Karhutla Secara Masif

karhutla
Wagub Kalteng, H. Edy Pratowo menghadiri Rakorsus Karhutla Tahun 2023. Foto:Ist

PALANGKA RAYA– Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, H. Edy Pratowo, mengatakan kesiapan dan antisipasi penanggulangan karhutla di wilayah Provinsi Kalteng dilakukan secara masif.

Upaya secara masif tersebut, kata wagub, melalui deteksi dini dan sosialisasi kepada masyarakat. Hingga saat ini karhutla dapat ditekan, meski 17 persen dari luas wilayah Kalteng merupakan lahan gambut dan rawan terhadap karhutla.

Sepanjang tahun 2022 telah terjadi 382 kejadian karhutla dengan total 3.061 titik hotspot.

“Kejadian karhutla tertinggi terjadi di Kabupaten Barito Utara dengan 530 titik hotspot dan 193 kali kejadian. Lima kabupaten rawan karhutla antara lain: Barito Utara, Katingan, Murung Raya, Seruyan dan Lamandau,” ucap Wagub saat menghadiri Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Tingkat Menteri yang dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian LHK, Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Sedangkan pada awal tahun 2023 ini, sambung Wagub, telah terjadi 34 kejadian karhutla dengan 114 titik hotspot, dengan mayoritas hotspot terjadi di Kabupaten Katingan, Sukamara, dan Kapuas.

“Di Kabupaten Kotawaringin Timur setidaknya telah terjadi 10 kejadian karhutla dengan 11 titik hotspot,” ungkapnya.

Ia menyebut, kesiapan Pemprov Kalteng menghadapi karhutla 2023 adalah dengan penyediaan anggaran, menyiapkan personel dan peralatan serta pos komando.

“Kami mohon dukungan Pemerintah Pusat dalam operasi pemadaman melalui udara dengan Helikopter Waterbombing dan Helikopter Patroli, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), operasional melalui Dana Siap Pakai (DSP), dan tempat penampung air portable (flexible tank) sebanyak 28 unit untuk didistribusikan pada wilayah-wilayah prioritas rawan karhutla,”imbuhnya.

Ia menyatakan, sebagaimana prediksi BMKG dimungkinkan tahun 2023 ini akan terjadi kemarau yang dimulai pada bulan Mei.

“Kemungkinan tahun ini kita akan mengalami kemarau panjang disertai El Nino yang bisa menyebabkan kekeringan di beberapa daerah, sehingga bisa terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, rakorsus ini untuk mengkonsolidasikan kesiapan masing-masing daerah khususnya Kalteng, di dalam penyiapan sarana prasarana maupun anggaran untuk mengatasi karhutla,”pungkasnya.(rkh/cen) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *