PALANGKA RAYA – Pemerataan layanan kesehatan bagi warga terdampak kabut asap menjadi perhatian Wakil Ketua II Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi.
Ia meminta, operasional Bus Oksigen Keliling dioptimalkan agar masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh akses layanan oksigen gratis dengan lebih mudah.
Menurut Syaufwan, dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat yang masih harus menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kualitas udara yang memburuk.
“Layanan seperti ini cukup penting, karena masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, ada warga yang tetap harus bekerja di luar ruangan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Ia menilai, keberadaan Bus Oksigen Keliling dapat membantu warga yang banyak menghabiskan waktu di jalan, termasuk pengemudi ojek online dan pekerja lainnya. Namun, manfaat layanan tersebut akan lebih optimal apabila lokasi operasionalnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Syaufwan berharap, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya tidak hanya memusatkan pelayanan di kawasan tertentu, tetapi juga mempertimbangkan wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi serta daerah yang terdampak kabut asap.
“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan menjangkau layanan ini. Karena itu, penempatan bus perlu memperhatikan kondisi di lapangan, terutama kawasan yang aktivitas masyarakatnya cukup tinggi dan wilayah yang terdampak kabut asap,” katanya.
Selain penentuan lokasi, ia menekankan, pentingnya penyampaian informasi secara berkala mengenai titik pelayanan dan jadwal operasional. Informasi yang mudah diakses akan membantu masyarakat mengetahui keberadaan bus, sehingga layanan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Bagi Syaufwan, penyediaan oksigen gratis merupakan salah satu bentuk pelayanan yang perlu dimaksimalkan dalam menghadapi dampak karhutla. Meski demikian, pelayanan kesehatan bagi masyarakat harus tetap berjalan beriringan dengan upaya pemadaman kebakaran dan pengendalian sumber asap.
“Penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan pemadaman. Kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian. Kami berharap, pelayanan seperti ini bisa terus dimaksimalkan selama masyarakat masih membutuhkan,” tegasnya.
Diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinkes menyediakan Bus Oksigen Keliling untuk memberikan layanan oksigen gratis kepada masyarakat. Pelayanan berlangsung Senin hingga Sabtu, Pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB, dengan lokasi operasional menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Saat ini, Bus Oksigen Keliling 1 difokuskan melayani kawasan Jalan RTA Milono menuju Kereng Bangkirai, Kalampangan dan sekitarnya. Sementara itu, Bus Oksigen Keliling 2 masih dalam tahap persiapan dan direncanakan melayani kawasan Bundaran Besar menuju Jalan Tjilik Riwut.
Dengan optimalisasi jangkauan dan penyebaran informasi layanan, Bus Oksigen Keliling diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama kondisi kabut asap masih berdampak pada aktivitas warga. (ifa/abe)



