ADA sesuatu yang patut menjadi perhatian publik di tengah polemik kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah (Kalteng). Ketika dinamika pergantian kepemimpinan, penunjukan Pelaksana Harian (Plh), hingga tarik-menarik kepentingan internal organisasi terus menjadi perbincangan, muncul satu pertanyaan yang tidak kalah penting. Yakni, bagaimana dengan pertanggungjawaban dana hibah KNPI Kalteng?
Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. KNPI merupakan organisasi kepemudaan yang semestinya menjadi ruang konsolidasi, kaderisasi, dan perjuangan generasi muda. Organisasi ini seharusnya dikenal melalui program kerja, kontribusi sosial, serta gagasan pembangunan daerah, bukan justru lebih sering menjadi sorotan akibat konflik kepemimpinan.
Polemik kepemimpinan KNPI Kalteng semestinya menjadi bahan evaluasi bersama. Sebab, organisasi kepemudaan bukanlah ruang untuk sekadar memperebutkan posisi dan legitimasi. Ada tanggung jawab yang jauh lebih besar, yakni memastikan organisasi berjalan, program terlaksana, dan kepentingan pemuda benar-benar diperjuangkan.
Jika organisasi menerima dukungan anggaran dari pemerintah daerah melalui dana hibah, maka tanggung jawabnya semakin besar. Dana tersebut bukan uang pribadi pengurus, melainkan anggaran yang harus dipergunakan sesuai peruntukan dan dipertanggungjawabkan secara transparan.
Karena itu, publik wajar mempertanyakan apa saja program KNPI Kalteng yang telah dilaksanakan, sejauh mana manfaatnya dirasakan pemuda, dan bagaimana realisasi penggunaan dana hibah tersebut.
Redaksi Kaltengoke.com memandang bahwa transparansi dana hibah KNPI Kalteng merupakan persoalan yang tidak boleh dikesampingkan. Pemerintah daerah sebagai pemberi hibah juga memiliki tanggung jawab melakukan evaluasi dan memastikan penerima hibah memenuhi kewajiban administrasi serta pertanggungjawaban sesuai ketentuan.
Jangan sampai anggaran pembinaan kepemudaan hanya menjadi rutinitas administratif, sementara manfaat nyata bagi pemuda justru tidak terlihat secara memadai. Jika terdapat keraguan mengenai realisasi program maupun laporan pertanggungjawaban, pemeriksaan oleh instansi berwenang merupakan langkah yang patut dipertimbangkan.
Audit bukan berarti menuduh adanya penyimpangan. Sebaliknya, audit dapat menjadi instrumen untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran publik digunakan sesuai aturan. Dalam persoalan ini, Pemerintah Provinsi Kalteng juga perlu memberikan perhatian.
Sudah seharusnya pemerintah tidak hanya melihat KNPI dari sisi formalitas kelembagaan atau siapa yang menduduki jabatan ketua. Pemerintah perlu memastikan bahwa organisasi penerima hibah benar-benar menjalankan fungsi dan program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Publik berhak memperoleh penjelasan mengenai besaran dana hibah yang diberikan, tahun anggaran, program yang dibiayai, realisasi kegiatan, serta laporan pertanggungjawabannya. Apabila semuanya telah berjalan sesuai aturan, keterbukaan justru akan menjadi jawaban terbaik terhadap berbagai pertanyaan yang berkembang.
Polemik kepemimpinan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab organisasi. Siapa pun yang nantinya memimpin KNPI Kalteng harus mampu membuktikan bahwa organisasi ini masih memiliki arah, program, dan keberpihakan terhadap kepentingan pemuda.
Jangan sampai KNPI hanya ramai ketika membicarakan jabatan, tetapi sepi ketika ditanya tentang program dan pertanggungjawaban anggaran.
Redaksi berpandangan, sudah saatnya dilakukan evaluasi secara terbuka terhadap tata kelola organisasi dan penggunaan dana hibah KNPI Kalteng sesuai mekanisme yang berlaku. Sebab, persoalannya bukan semata siapa yang menjadi ketua, Plh, atau siapa yang memiliki legitimasi kepemimpinan.
Persoalan yang jauh lebih penting adalah apa yang sudah dilakukan KNPI untuk pemuda Kalteng, dan bagaimana uang rakyat yang dipercayakan kepada organisasi tersebut dipertanggungjawabkan? Jangan sampai pemuda hanya dijadikan alasan untuk mendapatkan anggaran, sementara kepentingan pemuda justru terlupakan. (*)
Penulis: Vinsensius
Disclaimer: Opini ini merupakan catatan Redaksi Kaltengoke.com tanpa mewakili kepentingan pihak mana pun.



