Anggota DPRD Palangka Raya Soroti Petani Gagal Panen Akibat Kabut Asap

Anggota DPRD
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Hatir Sata Tarigan. Foto: IST

PALANGKA RAYA – Kabut asap menyelimuti Kota Palangka Raya dinilai mulai berdampak terhadap sektor pertanian. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan menyoroti, kondisi petani yang mengalami gagal panen akibat minimnya paparan sinar matahari.

Menurut Hatir, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah karena petani di sekitar Kota Palangka Raya turut merasakan dampak dari kabut asap yang berkepanjangan.

“Petani sekarang di sekitar Kota Palangka Raya gagal semua yang nanam sayur. Karena tidak ada penyinaran matahari,” kata Hatir, Rabu (7/10/2026).

Ia menilai, dampak terhadap hasil pertanian tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, berkurangnya produksi sayuran dapat berpengaruh terhadap ketersediaan komoditas di pasar.

Hatir menyebut, kondisi itu mulai terlihat dari kenaikan harga sejumlah komoditas, khususnya cabai dan sayuran.

“Sekarang pun kita sudah merasakan bagaimana kenaikan harga cabai di pasar, sayur-sayuran naik semua sekarang ini,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu dampak lanjutan yang dirasakan masyarakat akibat kabut asap.

“Dampak terhadap petani pada akhirnya dapat berimbas pada harga pangan yang harus dibayar masyarakat,” ujarnya.

Dia menuturkan, jadi ini adalah salah satu dampak itu. Artinya kalau pun nanti datang bantuan pemerintah hal ini masih berguna.

“Saya harap kondisi yang dialami petani menjadi perhatian dalam penanganan dampak kabut asap, sehingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian tidak semakin terbebani,” imbuhnya. (ifa/abe)