PALANGKA RAYA – Peralihan pembelajaran dari ruang kelas ke rumah akibat kabut asap menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Tidak hanya soal perlindungan siswa dari paparan udara tidak sehat, efektivitas proses belajar selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga dinilai harus dipastikan tetap berjalan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, meminta pelaksanaan PJJ tidak berhenti pada perubahan lokasi belajar. Keaktifan guru dan siswa selama proses pembelajaran juga perlu menjadi perhatian dan dievaluasi secara berkala.
Rana menilai, pemantauan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana metode pembelajaran yang diterapkan mampu menyesuaikan dengan kondisi kabut asap sekaligus memenuhi kebutuhan peserta didik.
“Yang perlu kita awasi adalah bagaimana keaktifan tenaga pendidik dan peserta didik selama PJJ. Apakah metode ini benar-benar relevan dengan kondisi kabut asap saat ini, serta apa manfaat dan dampaknya selama proses belajar,” kata Rana, kemarin.
Menurutnya, PJJ tidak semestinya hanya dimaknai sebagai memindahkan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah. Guru tetap memiliki tanggung jawab memastikan materi pembelajaran tersampaikan, sedangkan siswa perlu mendapat pendampingan agar tetap aktif mengikuti kegiatan belajar.
Karena itu, Rana mendorong Dinas Pendidikan melakukan pemantauan terhadap berbagai kendala yang muncul selama PJJ. Mulai dari keaktifan guru dan siswa, akses terhadap pembelajaran, hingga kemampuan peserta didik mengikuti dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
Di sisi lain, dia memahami PJJ menjadi langkah perlindungan ketika kondisi kualitas udara belum memungkinkan kegiatan belajar tatap muka. Namun, menurutnya, hak siswa untuk memperoleh pembelajaran yang efektif tetap harus menjadi perhatian.
“Jangan sampai kita hanya melihat anak tidak datang ke sekolah, tetapi tidak melihat apakah proses belajarnya benar-benar berjalan di rumah,” tegasnya.
Rana menilai evaluasi PJJ perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara, keaktifan guru dan siswa, capaian pembelajaran serta berbagai dampak yang muncul selama kebijakan tersebut diterapkan.
Dengan evaluasi tersebut, kebijakan pembelajaran di tengah kabut asap diharapkan tidak hanya mampu melindungi kesehatan peserta didik, tetapi juga memastikan proses pendidikan tetap berjalan sesuai tujuan. (ifa/abe)



