Tanamkan Pemahaman dan Kewaspadaan Bencana Sejak Dini

Tanamkan Pemahaman
Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Dwi Saksono. Foto: IST

PULANG PISAU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Dwi Saksono menekankan, pentingnya menanamkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap bencana sejak usia dini.

Menurutnya, pendidikan kebencanaan perlu diperkenalkan kepada anak-anak agar mereka memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kabupaten Pulang Pisau ini merupakan daerah yang memiliki sejumlah potensi bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, cuaca ekstrem, hingga bencana lainnya yang memerlukan kesiapsiagaan seluruh lapisan masyarakat, ” ucap Politikus PDIP Pulpis

Ia menilai edukasi mengenai kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga terkait, tetapi juga perlu melibatkan dunia pendidikan serta keluarga sebagai lingkungan terdekat anak-anak.

“Pemahaman mengenai kebencanaan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini guna membentuk sikap tanggap dan peduli terhadap keselamatan diri. Dengan pengetahuan yang cukup, mereka akan lebih siap menghadapi situasi darurat dan mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.

Dwi menegaskan, pendidikan kebencanaan dapat diberikan melalui berbagai metode yang mudah dipahami anak-anak, seperti simulasi evakuasi, pengenalan tanda-tanda bencana, hingga pembelajaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Dimana tegas dia, pembentukan budaya sadar bencana sejak usia dini, merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi, berbagai ancaman bencana di masa mendatang.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar terkait kebencanaan. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu memberikan informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Dwi juga mengapresiasi berbagai program edukasi kebencanaan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait, baik melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi yang menyasar kalangan pelajar perlu terus ditingkatkan agar jangkauannya semakin luas. (ung/abe)