Pemkab Pulpis Terus Pantau Karhutla secara Intensif

Pemkab Pulpis
Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i dan unsur terkait menerima arahan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran terkait penanganan karhutla di KHDTK di Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya, Jumat (24/7/2026). Foto: IST

PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau (Pulpis), H Ahmad Rifa’i menegaskan, bahwa untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulpis terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Khususnya di kawasan Desa Tumbang Nusa.

Hal itu disampaikan Bupati H Ahmad Rifa’i saat mendampingi Gubenur Kalteng H Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin saat meninjau Posko Siaga Karhutla Polres Pulpis bertempat di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Jumat (24/7/2026).

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi karhutla agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan efektif,” tegasnya.

Bupati, juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Pulpis yang akan membuka lahan agar tidak melakukan dengan cara membakar.

“Karena dampak sangat luas bagi masyarakat dan pelaku dapat diproses secara hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Pulpis, Herman Wibowo menyampaikan, bahwa pihaknya bersama seluruh unsur terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan upaya penanganan di lapangan guna meminimalisir dampak kebakaran.

Herman menjelaskan, beberapa kendala yang dihadapi petugas di lapangan, diantaranya kondisi air sungai yang mulai mengalami pendangkalan, cuaca yang sangat panas serta arah angin yang berubah-ubah, sehingga mempengaruhi pergerakan api dan asap.

“Melalui peninjauan tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla. Maka itu, dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (ung/abe)