PALANGKA RAYA – Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Mendawai, Komplek Sosial, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan 24 kepala keluarga dengan total 93 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Api yang berkobar cepat meludeskan sedikitnya 10 rumah dan belasan bangunan lainnya dari RT 01 hingga RT 05. Hingga Minggu (22/2/2026), sejumlah korban masih bertahan di posko relawan yang didirikan warga setempat.
Ketua RT 01/RW 07, Muryadi, mengatakan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara tiga hingga empat kepala keluarga masih bertahan di posko darurat.
“Sebagian ada yang mengungsi ke tempat keluarga, ada juga yang saya tampung di rumah karena masih keluarga sendiri,” ujarnya saat ditemui di Posko Relawan.
Ia menjelaskan, saat api mulai membesar, warga sempat berupaya memadamkan kobaran dengan peralatan seadanya. Namun, derasnya api yang cepat merambat membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Karena tidak sanggup lagi kalau sudah besar, akhirnya kejadian sampai meluas,” jelasnya.
Para pengungsi terlihat masih syok dan kelelahan. Di Posko Kebakaran Posyandu Terpadu Mutiara Hati, para korban tampak memilah pakaian layak pakai hasil donasi yang mulai berdatangan dari masyarakat. Bantuan dari Pemerintah Kota Palangka Raya juga mulai disalurkan berupa bahan pokok dan kebutuhan darurat lainnya.
Di tengah musibah tersebut, kisah heroik datang dari salah satu korban, Suriansyah. Saat kebakaran terjadi, ia berada di luar rumah. Menyadari anaknya masih berada di dalam, ia nekat menerobos masuk ke rumah yang sudah dilalap api.
“Saya nekat masuk karena ingat anak saya ada di dalam. Tapi api sudah menjalar ke seluruh ruangan. Saya tidak bisa sampai ke dapur, jadi kembali keluar. Ternyata anak saya sudah diselamatkan tetangga,” tuturnya.
Aksi nekat tersebut membuatnya mengalami luka bakar di bagian tangan hingga leher sebelah kiri. Ia sempat menjalani perawatan medis di RSUD Doris Sylvanus sebelum kembali ke posko pengungsian.
Muryadi berharap penanganan pasca kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran agar para korban bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti sediakala.
“Harapannya para korban bisa cepat ditangani dan kondisi ini bisa segera dipulihkan,” pungkasnya. (ter/cen)



