Bangunan Sarang Walet Pahandut Seberang Ludes Terbakar

sarang walet
Sarang burung walet terbakar di kawasan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya, Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 20.15 WIB. Foto: Dok. Emergency Response Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Warga di kawasan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya, Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 20.15 WIB, dikagetkan dengan peristiwa kebakaran. Satu unit bangunan sarang walet dengan konstruksi kayu ludes terbakar.

Yudi warga sekitar mengatakan, untuk titik api awal mulanya terlihat dari atas gedung sarang walet tersebut.

“Untuk titik api, awal mulanya terlihat dari atas bangunan ini tepatnya di lubang masuk burung, untuk penyebabnya kami tidak tahu pasti. Namun dugaan dari warga sekitar sini juga memperkirakan dikarenakan korsleting arus listrik pada aki yang ada di dalam bangunan itu,” ucapnya.

Sementara Anggota Tim Emergency Response Palangka Raya (ERP), Arthur, menerangkan pihaknya mengetahui informasi tersebut langsung mendatangi TKP.

“Kami setelah mendapat laporan tersebut langsung meluncurkan unit ke TKP. Tidak berselang lama tim pemadam kebakaran baik dari swakarsa maupun dari pemerintah juga banyak langsung berdatangan,” ucap Arthur.

“Api melahap bangunan kurang lebih 25 menit, untuk pemadamannya kurang lebih 20 menit dan proses pembasahan sekitar 30 menit sampai dengan dinyatakan aman. Untuk sumber air kami tidak memiliki kendala, hanya kendala di permukiman yang sempit dan juga akses jalan menuju titik api terpantau sedikit sulit,” tukasnya sembari menyebutkan akibat kebakaran tersebut terjadi pemadaman listrik di wilayah Pahandut Seberang.

Terpisah, Kepala Seksi Pengendali Operasi Komunikasi Penyelamatan DPKP Kota Palangka Raya, Sucipto, mengatakan usai mendapatkan laporan kebakaran itu, pihaknya segera bergegas menuju ke lokasi kejadian yang dimaksud.

Setelah sampai di lokasi terlapor tim gabungan dengan cepat melakukan pemadaman dan pendinginan ke sebuah objek sarang walet yang sudah hangus terbakar dan hanya tersisa arang saja.

“Alhamdulillah dengan cepat tim melakukan pendinginan sehingga sumber api dari bangunan sarang burung walet tidak sempat menjalar ke sebelahnya,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (7/7/2023).

Dijelaskannya, bahwa berdasarkan keterangan dari warga sekitar, bangunan sarang walet tersebut diketahui milik Bapak Nahwani. Namun pemilik bangunan itu lokasi tempat tinggalnya tidak diketahui warga sekitar.

“Kalau kita hitung-hitung sudah jelas Bapak Nahwani ini mengalami kerugian sekitar ratusan juta rupiah, meskipun sarang walet beliau terbuat dari bahan kayu,” pungkasnya. (ihz*/cen)