fbpx

Disperindag Dinilai Tak Maksimal Urus Pasar Bupati Kotim Ingin Jadikan Pasar Tradisional yang Modern

FOTO BERSAMA: Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor saat foto bersama pedagang usai menyerahkan akta notaris hak sewa pakai bagunan pasar PPM, belum lama ini. Foto: BAHRI/KALTENGPOS

SAMPIT- Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor berkeinginan pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pasar Mengkikit, menjadi pasar tradisional modern yang didukung dengan fasilitas yang lengkap. Namun jika pasar itu masih dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sulit untuk bisa berkembang.

Menurutnya Disperindag Kotim tidak fokus dalam mengelola dan menangani pasar tersebut. Sementara tuntutan masyarakat menginginkan pasar yang modern, fasilitas lengkap dan representative.

“Secara bertahap saya ingin fasilitas pasar tersebut diperbaiki, tetapi saya juga menilai pasar PPM dan Mengkikit sulit untuk dikembangkan, kalau pasar dikelola oleh dinas terkait itu tidak bisa maksimal,” kata Halikin belum lama ini.

Halikin kembali menegaskan pasar jika tetap dikelola oleh Dinas terkait tidak akan bisa berkembang. Karena pernah dirinya instruksikan untuk menganggarkan perbaikan fasilitas pasar, tetapi lupa dianggarkan dan anggarannya dilakukan pergeseran.

 Oleh karena ini Pemkab Kotim berencana mendirikan perusahaan daerah untuk mengelola pasar.

Menurutnya perusahaan daerah itulah nantinya yang akan bertanggung jawab dalam pengelolaan pasar. Sehingga keinginan untuk menjadikan pasar tradisional menjadi pasar yang modern bisa terwujud.

“Saya berencana akan dirikan perusahaan daerah yang akan mengurus pasar. Misalnya pasar PPM harus dipertahankan keberadaannya dalam kondisi apapun, dan saya berharap pasar itu dapat menjadi pasar tradisional yang modern kedepannya. Tapi pengelolanya bukan dari dinas terkait,” ucap Halikin.

Menurutnya jika nanti pasar itu dikembangkan menjadi semi modern maka pegawai perusahaan daerah itu, bukan diangkat dari pegawai negeri sipil. Ini dimaksudkan agar mereka lebih fokus dalam mengurus pasar tersebut.

Dia juga mengatakan untuk mengelola pasar tersebut nantinya harus orang pebisnis, karena mereka memiliki ide-ide dan inovasi. Sehingga pasar itu memiliki daya tarik bagi pengunjung untuk datang berbelanja bahkan bisa menjadi tempat wisata lokalan.

“Kita akan cari orang pembisnis yang akan mengurus perusahaan daerah itu nantinya, karena saya menilai orang pebisnis memiliki ide-ide dan inovasi terhadap pengembangan pasar agar lebih menarik dan banyak dikunjungi masyarakat untuk berbelanja. Sehingga perekonomian lebih tambah maju,” tutupnya. (bah/to)

BACA JUGA: Dewan Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

DMCA.com Protection Status