fbpx

Napi Kendalikan Kiloan Sabu dari Balik Jeruji

NARKOBA: Para pelaku saat diinterogasi dan diamankan di Mapolres Kotawaringin Barat. Foto:Ist

PANGKALAN BUN–Satreskrim Narkoba Polres Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil mengungkap peredaran narkoba. Kali ini barang bukti narkoba sebanyak 5.033,5 gram (5 kilogram) diamankan empat pelaku.

Diantaranya bernama Nico Satria, Irvan, Saifullah dan Irfa Padhlia Wati.  Salah satu pelaku yang diamankan diduga mengendalikan dari dalam Lapas Klas II B Pangkalan Bun. Selain narkoba juga diamankan pil ekstasi sebanyak 10 butir.

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono dalam rilisnya mengatakan, barang haram ini didapatkan melalui jalur darat. Para pelaku sudah menjalani proses hukum sesuai  aturan berlaku.

Penangkapan bermula ketika polisi mendapatkan informasi adanya paket kiriman diduga narkoba melalui jalur darat menggunakan ekspedisi Bus Damri. Polisi langsung mendatangi lokasi paket. Sesampainya disana mendapati salah satu pelaku bernama Irvan sedang mengambil paket. Tanpa perlawanan, pelaku diamankan dan digeledah.

“Kami periksa dan geledah satu per satu barang bawaan pelaku dan mendapati bungkusan teh berisikan narkoba jenis sabu. Kami cek ternyata memiliki berat sebesar 5.033,5 gram (5 kilogram),” katanya.

Polisi langsung melakukan interogasi terhadap tersangka dan mengaku sebagai kurir. Sehingga dilakukan mendalami pemilik barang haram tersebut. Akhirnya disampaikan pelaku bahwa ada pelaku lainnya yang diduga sebagai  pemilik narkoba tersebut bernama Irfa Padhlia Wati.

Tim buser langsung bergerak menuju rumah pelaku untuk menangkapnya. Ketika sampai di rumahnya ternyata ada dua pelaku lainnya yaitu Irfa Padhlia Wati dan Saifullah sedang menunggu paket tersebut.

Rupanya pada  saat digeledah ditemukan satu paket sabu dengan berat 2,03 gram dan 20 butir ekstasi. Akhirnya ketiga pelaku digelandang untuk diperiksa intensif di Mapolres.

“Kami periksa maraton ternyata mereka bertiga satu sindikat yang memang selama ini mendatangkan barang haram dari Kalimantan Barat. Para pelaku melakukan aksinya dengan  berbagai cara dan modus yang berbeda setiap aksinya,” ujarnya.

Usai menangkap ketiga pelaku, polisi tidak berhenti sampai disana saja. Pihaknya melakukan pemeriksaan lebih dalam dan mendapati salah satu nama diduga bandar besar yang mengendalikan kedatangan narkoba ini.

Pelaku diketahui bernama Nico Satrio. Ironisnya pelaku ini sedang berada dalam Lapas Klas II B Pangkalan Bun. Dan orang ini sebagai  pengendali kedatangan narkoba yang selama ini diedarkan di wilayah Kobar.

“Benar pelaku adalah warga binaan dengan kasus yang sama dan sebagai pengendali peredaran barang. Ketiga pelaku lainnya  memiliki peran yang berbeda mulai dari kurir hingga penyimpan barang,” ucapnya.

Sementara itu Kalapas Klas II B Pangkalan Doni Handriansyah membenarkan adanya temuan warga binaan yang memang pengendali narkoba. Setelah mendapatkan informasi kepolisian, pihaknya langsung melakukan pengecekan dan membawa warga binaan untuk diperiksa. Alhasil memang diakui pelaku benar adanya bahwa sabu dengan jumlah besar ini dilakukan olehnya.

“Kami tentunya berkomitmen dan akan terus mendukung langkah polisi dalam memberantas peredaran narkoba. Warga binaan ini memang dihukum dengan kasus sama dan divonis sembilan tahun penjara dan baru menjalani dua tahun,” pungkasnya. (son/cen)

BACA JUGA: Brakkk!! Mobil Vs Motor Satu Nyawa Melayang 

DMCA.com Protection Status