Angka Kemiskinan Pulpis Meningkat

Angka Kemiskinan
Wakil Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Jayadikarta bersama Sekda Tony Harisinta dan Kepala Baperida, Bakhzar Efendi saat memimpin rapat koordinasi penanganan kemiskinan di Aula Bapperida, akhir pekan. Foto: IST

PULANG PISAU – Angka kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mengalami peningkatan, dari 4,15 persen menjadi 4,79 persen. Dimana jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori miskin meningkat dari sekitar 5.910 jiwa menjadi 6.230 jiwa.

Hal itu terungkap saat rapat koordinasi penanganan kemiskinan di Aula Bapperida setempat pekan tadi.

“Berdasarkan data tahun 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau tercatat mengalami peningkatan dari 4,15 persen menjadi 4,79 persen. Secara jumlah, masyarakat yang masuk dalam kategori miskin meningkat dari sekitar 5.910 jiwa menjadi 6.230 jiwa,” kata Wakil Bupati Pulpis, H Ahmad Jayadikarta.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulpis terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (SEN) pada tahun 2026.

“Pemutakhiran data tersebut dinilai penting untuk memastikan program dan kebijakan pemerintah dalam penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara tepat sasaran, berdasarkan kondisi masyarakat yang terbaru dan akurat,” ucapnya.

Meski mengalami peningkatan, Jayadi mengungkapkan, bahwa posisi Kabupaten Pulang Pisau dalam konteks Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih tergolong cukup baik. Pulpis berada di peringkat kelima dari 14 kabupaten/kota di Kalteng.

“Posisi kita di peringkat kelima dari 14 kabupaten/kota sudah cukup bagus. Untuk mengejar posisi dua atau tiga tentunya cukup berat, tetapi kita tetap berupaya agar angka kemiskinan dapat ditekan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah (PD) saja. Diperlukan kerja bersama, koordinasi serta sinergi lintas sektor agar berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, hal diatas menjadi salah satu tujuan dilaksanakannya rapat koordinasi, yakni menyatukan langkah seluruh perangkat daerah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi, khususnya dalam menekan angka kemiskinan.

“Tidak bisa perangkat daerah bekerja sendiri. Karena itu, kita harus bersama-sama, melakukan koordinasi dan kolaborasi agar upaya penanggulangan kemiskinan bisa dilakukan secara terpadu,” tegasnya.

Melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, terang Jayadi, Pemkab Pulpis berharap, data masyarakat dapat semakin akurat dan menjadi dasar dalam menentukan intervensi serta kebijakan yang tepat.

“Melalui data yang valid dan kolaborasi antar lembaga, pemerintah optimistis upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau dapat dilakukan secara lebih efektif, terarah dan tepat sasaran,” ungkapnya. (ung/abe)