Luasan Area Terbakar di Pulpis Capai 616,46 Hektare

Luasan Area
Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i turun langsung melakukan upaya pemadaman api di Desa Hanjak Maju Kecamatan Kahayan Hilir, Selasa (1/9/2026) siang. Foto: IST

PULANG PISAU – Kemarau panjang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diberbagai daerah Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis).

Data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulpis sejak 1 Januari hingga 1 September 2026, titik hotspot di wilayah Kabupaten Pulang Pisau mencapai 6.665, kejadian 70 karhutla dan luasan lahan terbakar mencapai 616,46 hektare.

Dengan sebaran di Kecamatan Kahayan Kuala 12 kejadian dan lahan terbakar mencapai 80 hektare. Kecamatan Sebangau Kuala 10 kejadian dan luasan lahan terbakar mencapai 41,25 hektare, Kecamatan Pandih Batu dengan 6 kejadian dan luasan lahan terbakar mencapai 106 hektar, Kecamatan Maliku 3 kejadian dan luasan lahan terbakar mencapai 2,5 hektare, Kecamatan Kahayan Hilir terdapat 10 kejadian dengan luasan lahan terbakar mencapai 23,8 hektare, Kecamatan Kahayan Tengah 12 kejadian dengan luasan lahan terbakar 10,84 hektare, Kecamatan Banama Tingang 11 kejadian dan luasan lahan terbakar mencapai 4,7 hektare.

Sementara untuk Kecamatan Jabiren Raya terdapat 6 kejadian karhutla dengan jumlah luasan lahan terbakar mencapai 347, 79 hektare, yakni Desa Tumbang Nusa luas areal terbakar mencapai 192,29 hektare dan Desa Tanjung Taruna mencapai 98 hektare.

Sinergitas dan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi dan daerah pun dengan segala daya upaya telah menurunkan Tim Gabungan, armada, peralatan, tenaga dan pikiran untuk mengendalikan karhutla agar tidak meluas dan dapat dikendalikan. Bahkan, imbauan melalui edukasi dan maklumat untuk tidak membakar lahan sudah dilaksanakan sejak dini.

Namun, ada sebagian oknum yang melanggar imbauan dan maklumat tersebut. Faktanya, tidak sedikit oknum yang diduga melakukan pembakaran lahan dan telah diamankan pihak kepolisian.

Saat Bupati Pulpis, H Ahmad Rifa’i beserta Satgas Karhutla berangkat menuju Tumbang Nusa, Senin (31/8/2026) malam untuk bergabung dengan Satgas Karhutla memadamkan api, dikejutkan dengan temuan beberapa titik api baru menyala. Bahkan ada jeriken berisikan bensin untuk membakar lahan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Trans Kalimantan, Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir.

“Temuan tersebut menjadi indikasi kuat adanya unsur kesengajaan dalam karhutla di wilayah Desa Gohong. Pembakaran lahan seperti ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperberat tugas petugas yang saat ini tengah fokus menangani karhutla, ” tegas Bupati H Ahmad Rifa’i

Kemudian pada Selasa (1/9/2026) siang  muncul titik api karhutla di Desa Hanjak Maju Kecamatan Kahayan Hilir.

Mendapatkan laporan, Bupati Pulpis berangkat dan turun langsung berjibaku dan membantu upaya pemadaman karhutla bersama Tim Gabungan Karhutla.

Kehadiran kepala daerah bersama tim gabungan karhutla ini, menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menangani karhutla serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran.

Bupati Pulpis, H Ahmad Rifa’i terus memberikan imbauan dan mengajak, masyarakat untuk bersama menjaga alam dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Jika mengetahui dan menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan segera melaporkan, sehingga kebakaran lahan segera ditangani dan tidak meluas,” kata Bupati H Ahmad Rifa’i.

Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Pulpis, Osa Maliki mengimbau, masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, terlebih saat kondisi cuaca dan karhutla masih rawan.

“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat agar kebakaran tidak meluas dan kabut asap tidak semakin parah,” pungkas Osa Maliki. (ung/abe)