Sekda Katingan Hadiri Rakor Bahas Karya Bhakti Skala Besar

Sekda Katingan
Sekda Katingan, Dr. Ir. Christian Rain, MT menghadiri Rapat Koordinasi Karya Bhakti Skala Besar yang digelar di Aula Makodim 1019/Katingan, baru-baru ini. (Foto: Diskominfostandi Katingan)

KASONGAN – Sekda Kabupaten Katingan, Dr. Ir. Christian Rain, MT menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Karya Bhakti Skala Besar yang digelar di Aula Makodim 1019/Katingan, baru-baru ini.

Rapat tersebut, menjadi forum awal untuk menyatukan langkah antara Pemerintah Kabupaten Katingan, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta unsur terkait.

Dandim 1019/Katingan, Letkol Kav Prima Wahyudi mengatakan, bahwa Karya Bhakti Skala Besar tersebut, rencananya diusulkan akan dilaksanakan di Kecamatan Petak Malai yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses dan pelayanan dasar.

“Kecamatan Petak Malai menjadi salah satu daerah yang memerlukan perhatian serius, karena masyarakatnya telah mengalami keterisolasian selama kurang lebih dua dekade,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jika Kecamatan yang berpenduduk sekitar 5.549 jiwa tersebut hingga saat ini belum menikmati akses listrik secara memadai, pelayanan air bersih yang optimal, serta akses jalan yang layak dan aman menuju pusat daerah.

“Dalam kondisi tertentu, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer melalui jalan logging dengan risiko kecelakaan yang cukup tinggi,” bebernya.

Karena itu, lanjutnya, aspirasi masyarakat Petak Malai mengarah pada pelaksanaan Karya Bhakti Skala Besar dengan sejumlah sasaran pembangunan fisik.

“Antara lain, peningkatan jalan dan jembatan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), penyediaan air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan maupun perbaikan fasilitas ibadah serta kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya.

Sementara Sekda Katingan menegaskan, bahwa pembangunan di wilayah terisolasi membutuhkan perencanaan yang matang, data yang kuat serta sinergi lintas sektor agar usulan yang disampaikan benar-benar mampu meyakinkan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau nanti kita melakukan paparan di tingkat yang lebih tinggi, tentu harus disusun lebih rapi dan lebih kuat, sehingga bisa meyakinkan para pemimpin kita untuk memberikan perhatian, terutama dari sisi dukungan dan penganggaran,” tuturnya.

Rain menilai, pembangunan akses jalan dan jembatan harus menjadi prioritas utama. Konektivitas merupakan pintu masuk bagi pelayanan dan pembangunan sektor lainnya, termasuk peluang masuknya jaringan kelistrikan serta peningkatan pelayanan bagi masyarakat.

“Kalau menurut saya, prioritas pertama adalah jalan dan jembatan. Setelah itu, air bersih. Ketika akses terbuka, pembangunan yang lain akan lebih mudah mengikuti,” tegasnya. (ndi)