PALANGKA RAYA – Usai meninjau lokasi kebakaran di Jalan Murjani, Gang Suka Maju, RT 03/04 RW VI, Kecamatan Pahandut, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menekankan, pentingnya upaya pencegahan kebakaran berbasis masyarakat.
Menurutnya, selain penanganan pascakebakaran, langkah preventif harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia mengimbau setiap lingkungan RT di Kota Palangka Raya membentuk relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) mandiri.
“Kedepan, kita berharap setiap RT memiliki relawan BPK. Dengan begitu, penanganan awal saat terjadi kebakaran bisa dilakukan lebih cepat sebelum api membesar,” kata Fairid saat berdialog dengan warga terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Fairid bersama Wakil Wali Kota, Achmad Zaini juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga korban kebakaran. Bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah.
Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan bantuan dana stimulan untuk perbaikan rumah warga. Besarannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan, yakni Rp 12 juta untuk rumah rusak berat, Rp 7,5 juta untuk rusak sedang dan Rp 5 juta untuk rusak ringan.
Saat ini, proses penyaluran bantuan masih menunggu tahap verifikasi data oleh pemerintah setempat. Wali kota meminta camat, lurah serta perangkat RT/RW membantu mempercepat proses administrasi agar bantuan dapat segera diterima warga.
Di sisi lain, pemerintah kota juga menyiapkan bantuan lanjutan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah. Anak-anak yang terdampak kebakaran akan mendapat bantuan perlengkapan sekolah melalui Dinas Pendidikan, sementara kebutuhan peralatan rumah tangga akan dikoordinasikan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian.
Fairid juga memastikan dokumen penting milik warga yang terbakar, seperti akta kelahiran dan buku nikah, dapat diurus kembali melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil secara kolektif melalui RT/RW dan kelurahan.
Ia menegaskan, selain penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran di kawasan permukiman.
“Edukasi dan kesiapsiagaan warga sangat penting. Kita ingin kebakaran bisa dicegah sejak awal, bukan hanya ditangani setelah api membesar,” tutupnya. (ifa/abe)



