BANJARBARU – Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2025.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 11.057 transaksi pengisian kendaraan listrik dilakukan di SPKLU yang tersebar di wilayah Kalselteng. Angka tersebut meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 1.961 transaksi.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa lonjakan penggunaan SPKLU ini menjadi indikator positif berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Peningkatan transaksi SPKLU yang sangat signifikan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini tentu menjadi indikator bahwa ekosistem kendaraan listrik di Kalselteng terus berkembang dengan baik,” kata Iwan.
Selain dari sisi jumlah transaksi, peningkatan juga terlihat dari total energi listrik yang digunakan untuk pengisian kendaraan listrik. Sepanjang tahun 2025 tercatat penggunaan energi sebesar 238.936,19 kWh, meningkat sekitar 6,6 kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 35.913,33 kWh.
Menurut Iwan, pertumbuhan penggunaan SPKLU tersebut tidak terlepas dari semakin luasnya ketersediaan infrastruktur pengisian daya serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
“Kami melihat tren yang sangat positif dari peningkatan konsumsi energi di SPKLU. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai menjadi pilihan masyarakat karena dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan,” lanjutnya.
Berdasarkan data operasional PLN, penggunaan SPKLU tertinggi sepanjang tahun 2025 terjadi pada bulan Desember dengan total 1.674 transaksi pengisian daya. Angka ini meningkat sebesar 416,67 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang mencatat 324 transaksi.
Iwan menambahkan bahwa PLN UID Kalselteng akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas infrastruktur kendaraan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Ke depan, PLN UID Kalselteng akan terus berkolaborasi dengan seluruh mitra, baik pemerintah maupun pelaku usaha, untuk menambah jumlah SPKLU di berbagai lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, kantor-kantor pemerintahan, hingga alun-alun kota yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat,” tambahnya.
Melalui upaya tersebut, PLN berharap penggunaan kendaraan listrik di wilayah Kalselteng dapat terus meningkat seiring dengan semakin mudahnya akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia. (adv)



