PALANGKA RAYA – Denyut perekonomian selama Ramadan 1447 H di Kota Palangka Raya semakin terasa. Sebanyak 488 lapak pedagang meramaikan Pasar Ramadan 2026 yang tersebar di sembilan lokasi strategis, menjadi pusat pergerakan UMKM sekaligus ruang silaturahmi masyarakat lintas kalangan.
Pelaksanaan pasar kuliner musiman tersebut difasilitasi Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya. Pembukaan resmi dipusatkan di Pasar Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso, Kamis (19/2/2026).
Pasar Datah Manuah tampil dengan wajah baru. Sekitar 70 lapak di lokasi tersebut ramai dipadati warga, didominasi kawula muda yang berburu takjil kekinian. Beragam menu modern seperti aneka minuman kopi, dessert, hingga kuliner kreatif berpadu dengan hidangan khas Ramadan.
Adapun sebaran lapak Pasar Ramadan tahun ini meliputi:
- Depan SMA Negeri 1 Palangka Raya: 208 lapak
- Kawasan Masjid Shalahuddin Universitas Palangka Raya: 60 lapak
- Pasar Kahayan: 24 lapak
- Masjid Al Husna: 48 lapak
- Masjid Kubah Kecubung: 38 lapak
- Pasar Datah Manuah: 70 lapak
- Halaman Gedung Juang: 40 lapak
Selain itu, sejumlah pasar Ramadan swadaya juga tumbuh di beberapa titik strategis kota. Ragam menu yang ditawarkan mencakup lauk pauk, minuman segar, kue khas Ramadan, hingga kurma untuk kebutuhan berbuka dan sahur.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyebut jumlah lokasi pasar Ramadan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, dari lima titik menjadi sembilan lokasi.
“Artinya ada peningkatan yang cukup luar biasa. Tujuan utamanya jelas, untuk menggerakkan sirkulasi ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Palangka Raya,” ujarnya usai pembukaan di Pasar Datah Manuah.
Ia juga mengingatkan pedagang agar menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Pemerintah memberikan kelonggaran penggunaan sejumlah lokasi selama Ramadan, dengan catatan disiplin dan tanggung jawab tetap dijaga.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengapresiasi penetapan Pasar Datah Manuah sebagai salah satu pusat kegiatan. Ia menilai langkah tersebut strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di kawasan yang sempat menurun.
Sementara itu, Plt. Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, menjelaskan penyebaran lapak dilakukan menyesuaikan kapasitas area agar aktivitas jual beli berjalan tertib dan nyaman. Tahun ini terdapat dua titik baru, yakni Halaman Gedung Juang dan Pasar Datah Manuah.
“Penambahan lokasi ini diharapkan memperluas akses masyarakat dalam mencari takjil sekaligus mendorong pemerataan peluang usaha bagi pedagang kecil,” ungkapnya.
Leni, salah satu pengunjung, mengaku Pasar Datah Manuah menjadi pilihan favorit karena lokasinya strategis dan pilihan menu lebih variatif. “Lebih dekat dari kos. Di sini juga menunya lebih anak muda sekali, ada yang jual kopi dan kuliner modern lainnya,” tuturnya.
Dengan konsep lebih tertata dan variasi menu yang semakin beragam, Pasar Datah Manuah kini menjelma menjadi ikon baru pasar Ramadan modern di Palangka Raya. (ter/cen)



