PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 80 kasus tindak pidana narkotika selama periode 1 Januari hingga 15 Februari 2026. Dalam kurun waktu satu setengah bulan tersebut, aparat menetapkan 110 tersangka dan menyita berbagai jenis narkoba dengan estimasi nilai mencapai Rp65,24 miliar.
Kapolda Kalteng, Iwan Kurniawan, menegaskan pengungkapan ini merupakan hasil kerja terpadu Ditresnarkoba Polda Kalteng dan Satresnarkoba Polres jajaran dalam menekan peredaran gelap narkotika di wilayah Kalteng.
“Total barang bukti yang kami amankan meliputi 15.653 butir ekstasi, 38.277,29 gram sabu atau sekitar 38,3 kilogram, 39,4 gram ganja, serta 200 butir karisoprodol,” ujarnya saat press rilis di Mapolda Kalteng, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, jumlah barang bukti yang disita tersebut berdampak besar terhadap upaya penyelamatan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan estimasi, pengungkapan selama satu setengah bulan ini mampu menyelamatkan sekitar 414.076 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Ia menambahkan, Polda Kalteng akan terus memperkuat pengawasan jalur distribusi serta meningkatkan sinergi dengan instansi terkait dan masyarakat. Langkah tegas tersebut sekaligus melanjutkan rangkaian pengungkapan besar sebelumnya, termasuk kasus jaringan antarprovinsi dengan barang bukti puluhan kilogram sabu.
“Kami tidak memberi ruang bagi jaringan peredaran narkoba di Kalimantan Tengah. Penegakan hukum akan terus dilakukan secara konsisten demi melindungi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, yang turut hadir dalam press rilis tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas capaian jajaran kepolisian.
“Saya sangat mengapresiasi. Ini berarti banyak sekali warga kami yang terselamatkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, satu kilogram sabu dapat merusak masa depan sekitar 10.000 orang. Dengan jumlah yang berhasil disita mencapai puluhan kilogram serta ribuan butir ekstasi, ancaman yang berhasil digagalkan dinilai sangat besar.
“Terima kasih kepada Pak Kapolda yang sudah menjaga generasi muda dan masyarakat Kalteng,” tegasnya.
Selain pemberantasan narkoba, gubernur juga menekankan peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan agar pembangunan daerah dapat berjalan lancar. Ia berpesan agar aparat tetap mengedepankan pendekatan humanis namun tegas terhadap segala bentuk kejahatan. (ter/cen)



