KUALA KURUN – Kalangan DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih aktif dan inovatif dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong kemandirian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Gumas, Neni Yuliani, menegaskan bahwa penggalian PAD tidak bisa hanya mengandalkan pola lama, melainkan perlu terobosan baru dengan sistem jemput bola, khususnya dalam penarikan pajak dan retribusi daerah.
“Untuk menggali PAD bisa melalui pajak retribusi seperti reklame, toko-toko, dan juga pajak bumi dan bangunan (PBB) di wilayah kecamatan hingga pedesaan. Instansi terkait harus turun langsung ke lapangan supaya target PAD bisa tercapai,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, DPRD sebelumnya telah menekankan agar seluruh potensi PAD dapat terealisasi, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, khususnya PBB, juga sangat dibutuhkan demi kemajuan daerah.
“PAD yang optimal akan berdampak langsung pada pembangunan, seperti perbaikan jalan dan penyediaan sarana-prasarana lainnya. Ini penting untuk kemajuan Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai,” beber legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I tersebut.
Menurut Neni, optimalisasi PAD juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, terutama di sektor pajak. OPD terkait diminta lebih efektif dan konsisten dalam melakukan penagihan serta pendataan wajib pajak di lapangan.
Ia juga menyoroti perlunya penertiban reklame dan baliho yang terpasang di wilayah Gunung Mas agar dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang sah.
“Kami berharap dinas terkait lebih proaktif menertibkan baliho atau reklame. Selain menjadi sumber pendapatan, juga perlu diperhatikan masa berlaku dan ketentuan yang telah ditetapkan,” tegasnya. (nya/cen)



