Danau Asam Jadi Perhatian Warga, DLH Kobar Paparkan Hasil Uji Laboratorium

dlh
DLH Kobar dan laboratorium penguji terakreditasi menjelaskan kepada masyarakat dalam kegiatan sosialisasi di Aula Posyandu Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kamis (12/2/2026). Foto: Ist

PANGKALAN BUN – Keresahan warga terkait perubahan kondisi Danau Asam akhirnya mendapat penjelasan resmi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendampingi sosialisasi hasil uji laboratorium sampel air yang dilakukan oleh perusahaan, dihadiri unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Kotawaringin Lama, Kapolsek, perwakilan Koramil, Lurah Kotawaringin Hilir, Ketua LPMD, para Ketua RT, serta sejumlah tokoh masyarakat. Sosialisasi digelar menyusul keluhan warga yang merasakan penurunan hasil tangkapan ikan dan berkurangnya vegetasi di sekitar tepian danau dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, pengujian sampel air Danau Asam dilakukan oleh PT Mutuagung Lestari Tbk pada Desember 2025. Hasilnya, DLH Kobar menyimpulkan tidak ditemukan indikasi cemaran pada parameter yang diuji.

“Seluruh parameter kualitas air, mulai dari fisika, kimia, biologi, nutrien hingga logam berat, masih berada di bawah baku mutu air sungai Kelas IV sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021,” ujar Plt Kepala DLH Kobar, Syahyani.

Ia menjelaskan, secara regulatif hasil tersebut menunjukkan tidak adanya pelampauan baku mutu. Namun demikian, kualitas lingkungan tidak hanya soal memenuhi ambang batas, melainkan juga memastikan fungsi ekologis tetap terjaga.

Menurut Syahyani, pendampingan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keterbukaan informasi publik di bidang lingkungan hidup. DLH Kobar berupaya memberi pemahaman teknis agar masyarakat dapat menilai hasil uji secara objektif dan berbasis data.

“Kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, sehingga kepercayaan publik dapat terus terbangun,” katanya.

DLH Kobar juga mengimbau seluruh pihak, baik masyarakat maupun dunia usaha, untuk menjaga komunikasi serta mendukung pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan demi keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengapresiasi kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan. Ia menekankan pentingnya pemantauan berkala tanpa menghambat iklim investasi di daerah.

“Menjaga kualitas lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Perhatian warga terhadap lingkungan merupakan hal positif yang harus ditindaklanjuti secara terbuka dan kolaboratif,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dan perusahaan berkomitmen mewujudkan pengelolaan lingkungan yang transparan dan bertanggung jawab. Meski demikian, hasil uji laboratorium hanya merepresentasikan kondisi saat pengambilan sampel, sehingga pemantauan rutin tetap diperlukan untuk melihat kondisi perairan dalam jangka panjang. (fit/cen)