Pasar Murah Bersubsidi Ringankan Beban Ekonomi Warga di Wilayah 3T Murung Raya

pasar murah
Bupati Murung Raya Heriyus SE bersama jajaran saat mempersiapkan ratusan paket sembako untuk kegiatan pasar murah bersubsidi di wilayah Kecamatan Seribu Riam. Foto: Ist

PURUK CAHU – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Murung Raya (Mura) melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) menggelar kegiatan Operasi Pasar Murah Bersubsidi di wilayah Kecamatan Seribu Riam, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus SE, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya yang berada di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Sebanyak 202 paket sembako disalurkan ke dua desa, yakni Desa Muara Joloi 1 dan Desa Parahau. Wilayah tersebut termasuk daerah 3T yang selama ini menghadapi tingginya harga kebutuhan bahan pokok akibat mahalnya biaya distribusi barang.

Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Bupati Heriyus menegaskan bahwa pasar murah bersubsidi ini akan terus dilaksanakan secara bergantian di seluruh kecamatan di Murung Raya, dengan prioritas utama wilayah 3T.

“Pasar murah bersubsidi ini kita lakukan sebagai bentuk kehadiran dan perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat di Kecamatan Seribu Riam. Tujuannya untuk mengurangi kesenjangan harga, meringankan beban ekonomi warga, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang bulan puasa,” ungkap Heriyus.

Ia juga memastikan operasi pasar ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan terjadwal, guna menekan laju inflasi menjelang Ramadan.

Sementara itu, Plt Kepala DiskopUKMPerindag Murung Raya, Roy Cahyadi, menjelaskan pembagian paket sembako di dua desa tersebut.

“Untuk Desa Muara Joloi 1 dibagikan sebanyak 127 paket, sedangkan Desa Parahau sebanyak 75 paket,” jelasnya.

Roy menambahkan, masyarakat menerima paket sembako dengan harga subsidi dari pemerintah daerah sebesar 75 persen dari harga normal.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” tutupnya. (udi/cen)