PALANGKA RAYA – Wabah demam berdarah dengue (DBD) menghantui permukiman warga di Jalan Mendawai Induk Ujung, RT 02/RW 07, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sedikitnya tujuh hingga sembilan warga dilaporkan terserang DBD, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Sejumlah warga mengaku mengalami demam tinggi, nyeri sendi, hingga penurunan trombosit setelah memeriksakan diri ke Puskesmas. Akibat kondisi tersebut, beberapa pasien terpaksa menjalani perawatan intensif, bahkan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya dan RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.
Salah seorang warga menyebutkan, kasus DBD muncul hampir bersamaan dan menyebar cepat di lingkungan tempat tinggal mereka. Kondisi ini memicu kecemasan warga, terutama keluarga yang memiliki anak kecil dan lansia, yang dikenal sebagai kelompok paling rentan terhadap komplikasi DBD.
“Dalam satu minggu ini banyak yang sakit, ada anak-anak dan juga orang tua. Beberapa sampai harus dirawat di rumah sakit,” ungkap Sugian, warga setempat, Jumat (23/1/2026).
Merebaknya kasus ini memunculkan desakan keras dari warga agar pemerintah daerah melalui instansi kesehatan segera turun tangan. Warga meminta dilakukan langkah cepat dan terukur, mulai dari penyelidikan epidemiologi, fogging menyeluruh, hingga edukasi masif pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi lingkungan sekitar yang dinilai berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, seperti genangan air serta sistem drainase yang tidak optimal. Tanpa penanganan cepat, warga khawatir wabah DBD akan terus meluas dan menelan lebih banyak korban.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui Puskesmas Bukit Hindu akan melakukan pembersihan lingkungan di wilayah Mendawai sebagai langkah awal pencegahan. Selain itu, penyemprotan insektisida dan fogging juga dijadwalkan segera dilaksanakan untuk menekan populasi nyamuk penyebab DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat oleh masyarakat sebagai langkah pencegahan utama.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kami akan menurunkan petugas melalui Puskesmas Bukit Hindu untuk melakukan pembersihan lingkungan di wilayah Mendawai. Selanjutnya akan dilakukan penyemprotan dan fogging,” ujarnya.
Dengan adanya respons cepat dari pemerintah daerah, warga berharap mata rantai penyebaran DBD di kawasan Mendawai dapat segera diputus, sehingga situasi kembali aman dan kondusif. (ter/cen)



