PALANGKA RAYA – Unggahan status WhatsApp yang diduga berasal dari Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohanes ST, mendadak menjadi perbincangan di kalangan kader dan simpatisan partai banteng di Kalteng.
Status tersebut menampilkan gambar ucapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dengan wajah Sekretaris DPD Zuli Eko Prasetyo dan Bendahara DPD Yustinus Tenung yang dicoret. Unggahan itu dinilai menyasar pihak internal partai dan memunculkan beragam tafsir di kalangan kader.
Sejumlah kader menilai unggahan tersebut berpotensi memicu kesalahpahaman serta memperlebar perbedaan pandangan di tubuh PDI Perjuangan Kalteng. Padahal, dalam situasi politik internal saat ini, partai dinilai lebih membutuhkan suasana kondusif, pendinginan, dan konsolidasi, bukan tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai sindiran atau teguran terbuka terhadap sesama kader.
Menanggapi polemik tersebut, Yohanes ST saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyindir atau menyerang pihak tertentu.
“Kesalahan teknis saja itu, salah kirim. Saya minta dibuatkan ucapan sendiri, tapi yang dikirim justru draf seperti itu. Sudah saja, saya tetap menghargai dan menghormati Pak Sekretaris dan Pak Bendahara DPD,” tulis Yohanes dalam pesan singkatnya.
Klarifikasi tersebut diharapkan dapat meredam polemik yang berkembang dan menghindari spekulasi lebih jauh terkait kondisi internal PDI Perjuangan Kalteng. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari DPD PDI Perjuangan Kalteng terkait persoalan tersebut. (cen)



