MUARA TEWEH – Menyikapi tema “Infrastruktur Berkeadilan” pada peringatan Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anggota DPRD Barito Utara, Hj. Netty Herawati, menyampaikan apresiasi yang disertai sejumlah catatan penting.
Hj. Netty menegaskan bahwa infrastruktur yang berkeadilan harus mempertimbangkan perspektif, kebutuhan, serta keselamatan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak. Menurutnya, keadilan dalam pembangunan tidak hanya soal pemerataan wilayah, tetapi juga tentang rasa aman dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengapresiasi berbagai program PUPR, terutama di sektor sanitasi dan penyediaan air bersih, yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan. Namun demikian, ia mendorong agar perencanaan infrastruktur lain seperti penerangan jalan, trotoar, dan fasilitas publik turut dirancang dengan prinsip ramah perempuan dan inklusif.
“Kami sangat menghargai dedikasi insan PUPR. Namun keadilan harus bersifat inklusif. Infrastruktur yang baik adalah yang membuat semua warga, termasuk ibu-ibu dan anak perempuan, merasa aman dan nyaman untuk mengaksesnya kapan pun,” ujar Hj. Netty Herawati, Rabu (3/12).
Lebih lanjut, Hj. Netty menyatakan DPRD Barito Utara akan mendorong penerapan anggaran responsif gender dalam program-program PUPR. Selain itu, peningkatan kapasitas dan peran perempuan insan PUPR di lapangan juga dinilai perlu mendapat perhatian lebih.
“Semangat gotong royong akan jauh lebih kuat jika melibatkan semua pihak. Dengan memasukkan perspektif perempuan, infrastruktur yang kita bangun akan lebih manusiawi, lengkap, dan benar-benar membawa kesejahteraan bagi semua,” tutupnya. (tia/cen)



