PALANGKA RAYA – Perayaan malam Paskah di Kota Palangka Raya tahun ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga simbol kuatnya nilai toleransi antarumat beragama yang terus dijaga oleh pemerintah daerah (Pemda).
Wali Kota Fairid Naparin menegaskan, bahwa kehadiran dirinya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Km 12 merupakan bagian dari komitmen merawat kebhinekaan.
Ia menyebut, semangat tersebut sejalan dengan filosofi lokal Huma Betang yang mengajarkan hidup berdampingan dalam perbedaan.
Didampingi Kapolda Kalteng dan Kapolresta Palangka Raya, Fairid memastikan jalannya ibadah berlangsung aman dan tertib. Namun, lebih dari itu, ia menilai momen ini sebagai ruang mempererat hubungan sosial lintas agama.
“Paskah bukan hanya perayaan umat Kristiani, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya saling menghormati dan menjaga persatuan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Fairid menambahkan, keterlibatan langsung pemerintah dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Meski situasi terpantau kondusif, ia memastikan evaluasi tetap dilakukan, khususnya dalam hal pengaturan akses dan mobilitas masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan.
Dengan pendekatan yang mengedepankan nilai budaya dan kebersamaan, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, berharap tradisi toleransi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (ifa/abe)



