NANGA BULIK – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lamandau melakukan penjaringan atlet sepak bola Lamandau, dalam rangka persiapan menghadapi Porprov dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Askab PSSI Lamandau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), menggelar kegiatan Liga VI Bupati Cup 2026.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra saat secara resmi membuka Turnamen Bupati Cup VI digelar di Stadion Hinang Golowa, Jalan Trans Kalimantan KM 12, Minggu (5/4/2026), ditemui awak media mengatakan, pelaksanaan Turnamen Bupati Cup VI dapat berjalan lancar sekaligus menjadi ajang menjaring atlet terbaik untuk menghadapi Porprov 2026 di Kobar.
Menurut bupati, target utama dari penyelenggaraan Bupati Cup tahun ini adalah mempersiapkan atlet-atlet terbaik Kabupaten Lamandau agar mampu meraih hasil maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
“Semoga Bupati Cup ke-6 ini bisa berjalan dengan lancar. Target kita di Porprov tahun ini membawa atlet-atlet terbaik Lamandau, sehingga mendapatkan hasil yang terbaik, bahkan kita menargetkan maksimal meraih medali emas,” tegasnya.
Ia menambahkan, turnamen sepak bola ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan, menjunjung tinggi sportivitas serta mengembangkan potensi atlet-atlet muda di Lamandau.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir bibit-bibit pemain sepak bola berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.
Bupati, juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, fair play serta semangat kebersamaan dalam setiap pertandingan.
Laga pembuka turnamen mempertemukan tim Tapin Bini FC melawan Peneroduan FC Desa Kujan yang dipimpin oleh wasit Awang. Turnamen Bupati Cup VI ini diikuti sebanyak 24 tim dan akan berlangsung mulai 5 April hingga 25 April 2026.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lamandau, Nozul mengatakan, turnamen ini, juga menjadi momentum pengembangan potensi pemain muda, sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang sepak bola.
“Kita ingin terus mengembangkan potensi muda serta meningkatkan SDM pemain, wasit, komisi disiplin, hingga inspektur pertandingan agar ke depan tidak lagi bergantung pada perangkat dari luar daerah,” imbuhnya. (han/abe)


