Kekeringan Meluas di Kobar, Ratusan Warga Krisis Air Bersih

air bersih
Kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, akibat rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Foto: Ist

PANGKALAN BUN – Kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, akibat rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini menyebabkan sumber air warga menurun drastis, sehingga berdampak langsung terhadap kebutuhan air bersih sehari-hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar mencatat, ratusan warga terdampak krisis air bersih. Salah satu wilayah yang lebih dulu mengalami kekeringan adalah Desa Natai Baru, yang mengalami keterbatasan air akibat tidak tersedianya sumber air dari embung Pamsimas.

Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penyaluran air bersih secara bertahap.

“Tim telah menyuplai air bersih ke 11 RT dengan total lebih dari 177 kepala keluarga (KK). Selama empat hari berturut-turut sejak 25 hingga 28 Maret 2026, total air yang disalurkan mencapai 11 tangki atau sekitar 44.000 liter,” ujarnya.

Tak hanya di Desa Natai Baru, kekeringan juga meluas ke wilayah Jalan Raya Pangkalan Bungur, RT 28, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.

Laporan terkait krisis air tersebut diterima oleh Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kobar langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak. Tim yang dipimpin Danton Sayid Abdul Badawi mulai melakukan distribusi sekitar pukul 15.30 WIB.

“Sebanyak 75 KK terdampak akibat debit sumur yang mulai mengering. Penanganan dilakukan dengan mengisi tandon air yang telah disiapkan oleh pihak RT bersama warga,” jelas Andan.

Dalam penyaluran awal, tim berhasil mendistribusikan sekitar 4.000 liter air bersih menggunakan satu tangki suplai.

Meski proses distribusi berjalan lancar, penyaluran air bersih belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga terdampak.

“Karena kondisi sudah malam, sementara ini baru enam KK yang terlayani. Warga lainnya akan dilayani pada distribusi lanjutan,” tambahnya.

BPBD Kobar memastikan akan terus melakukan distribusi air bersih secara bertahap, serta memantau perkembangan kondisi di lapangan agar seluruh warga terdampak segera mendapatkan akses air bersih. (fit/cen)