NANGA BULIK – Bupati Lamandau, Risky Aditya Putra mengingatkan, kepada perusahaan kelapa sawit yang ingin membangun Pabrik TBS agar dapat mengikuti mekanisme.
Hal ini disampaikannya saat Rapat bersama PT. Permata Inti Sawit Bangun, dinas terkait dan Tokoh Masyarakat Desa Malata, Kecamatan Menthobi Raya.
Awalnya rencana pembangunan pabrik kelapa sawit oleh PT. Permata Inti Sawit di Kabupaten Lamandau masih dalam tahap proses administrasi dan teknis.
Perusahaan tersebut, berencana mendirikan industri minyak mentah kelapa sawit (CPO) dengan kapasitas 45 ton TBS per jam serta industri minyak mentah inti kelapa sawit (kernel) berkapasitas 100 ton per hari.
Lokasi pembangunan direncanakan berada di Desa Melata, Kecamatan Menthobi Raya, dengan luas lahan sekitar 36,62 hektare.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menegaskan, bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap investasi, namun tetap mengedepankan prosedur dan persyaratan yang berlaku.
“Kita kembalikan lagi ke proses yang berlaku. Setiap investasi yang masuk akan kita terima. Sementara untuk persoalan teknis diserahkan kepada dinas terkait,” ucap Rizky Aditya Putra saat diwawancara awak media, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, selama pihak investor memenuhi syarat teknis yang ditetapkan, maka tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk menolak rencana tersebut.
“Intinya, selama memenuhi syarat teknis, tidak ada alasan bagi kita untuk menolak. Namun kalau tidak memenuhi, maka otomatis gugur sesuai prosedur, termasuk melalui mekanisme SPU,” tegasnya.
Rizky, juga menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan tahapan proses administrasi, apakah sudah berjalan atau belum masuk tahap awal.
“Perlu dilihat apakah disposisinya sudah berproses atau bahkan belum masuk ke tahap proses. Karena ada beberapa tahapan awal yang harus dilalui,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap tahapan dalam proses investasi memiliki risiko dan dapat ditelusuri melalui jejak digital. Jika terdapat hal yang mencurigakan, menurutnya perlu dikomunikasikan secara terbuka.
“Kalau ada hal yang mencurigakan, tentu harus dikomunikasikan dengan jelas, bagian mana yang menjadi perhatian. Namun sejauh ini belum ada masalah dan masih dalam kondisi baik,” pungkasnya. (han/abe)



