Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Marak di Palangka Raya, Empat Mobil Jadi Korban

pecah kaca
Aksi pencurian dengan modus pecah kaca kembali terjadi di kawasan Jalan Katamso dan Jalan DI Panjaitan, Kota Palangka Raya, Selasa (10/3/2026) siang. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Aksi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi di Palangka Raya dan membuat warga resah. Dalam satu rangkaian kejadian, pelaku menyasar sedikitnya empat mobil yang terparkir di kawasan Jalan Katamso dan Jalan DI Panjaitan, Selasa (10/3/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan saat para pemilik kendaraan sedang menghadiri sebuah pertemuan. Pelaku diduga memanfaatkan situasi parkiran yang sepi untuk menjalankan aksinya dengan memecahkan kaca mobil menggunakan benda keras, lalu mengambil barang berharga yang ada di dalam kendaraan.

Empat mobil yang menjadi sasaran yakni Toyota Rush putih KH 1909 AT, Toyota Avanza silver KH 1362 HB, Toyota Etios Valco biru, dan Honda Brio hitam KH 1708 YC.

Salah satu korban, Alex Uria Atmaja, menjelaskan bahwa dirinya memarkirkan mobil di kawasan Jalan Katamso saat menghadiri kegiatan silaturahmi.

“Saya mengikuti acara silaturahmi sekaligus membahas karhutla Huma Betang di rujab gubernur. Mobil saya parkir di sini. Pas mau pulang baru sadar kaca mobil sudah pecah,” jelasnya.

Alex mengatakan, dalam kejadian tersebut pelaku berhasil membawa kabur sebuah laptop miliknya yang berada di dalam kendaraan.

“Setelah kacanya dipecah, hanya laptop yang diambil. Nilainya sekitar Rp1 jutaan,” tambahnya.

Korban lainnya, Yusup, yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah, juga mengalami kejadian serupa. Ia mengaku memarkirkan mobil di luar area rujab karena lokasi parkir di dalam sudah penuh.

Yusup menjelaskan dirinya baru mengetahui kaca mobil telah dipecahkan saat hendak mengambil barang di dalam kendaraan setelah melaksanakan salat zuhur.

“Pas habis salat zuhur rencana saya mau ambil dompet sekaligus mau memindahkan mobil. Ternyata sudah pecah kacanya,” ungkapnya.

Kerugian yang dialami masing-masing korban berbeda-beda, sementara total kerugian masih belum dapat ditaksir. Kasus ini pun kembali menjadi perhatian karena menunjukkan maraknya pencurian dengan modus pecah kaca di Palangka Raya. (ter/cen)