Ratusan Ribu Warga Keluar dari Kemiskinan

Ratusan
Ilustrasi membayar zakat. Foto: Baznas

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), melaporkan kinerja pengelolaan zakat nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren positif.

Hal ini tercermin dari nilai Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0 yang mencapai 0,57 dan berada pada kategori stabil.

Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose Hasil Perhitungan Indeks Zakat Nasional dan Kajian Dampak Zakat 2026 yang digelar secara daring, baru-baru ini.

Secara nasional, pengelolaan zakat pada 2025, tercatat mampu mengentaskan 302.994 jiwa dari kemiskinan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 113.134 jiwa berasal dari kelompok miskin ekstrem.

Angka tersebut memberikan kontribusi sekitar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama.

Dari total capaian tersebut, Baznas secara langsung turut berkontribusi mengentaskan 18.035 jiwa dari kemiskinan.

Pimpinan Baznas Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor, mengatakan pengelolaan zakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat memiliki tujuan utama untuk pencegahan dan pengentasan kemiskinan.

“Melalui Indeks Zakat Nasional ini, kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur,” ujarnya.

Dia menambahkan, keberadaan IZN membantu lembaga zakat menjelaskan secara lebih jelas kepada publik mengenai dampak konkret zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Muhammad Hasbi Zaenal menjelaskan IZN merupakan instrumen resmi untuk mengukur kualitas pengelolaan zakat di berbagai daerah.

Pada 2025, partisipasi pengisian IZN tercatat mencapai 426 lembaga, menjadi angka tertinggi sejak indeks tersebut mulai diterapkan pada 2016. (jpnn)