PALANGKA RAYA – Misteri pria bertato yang ditemukan tergeletak tanpa identitas di bahu Jalan Tjilik Riwut Km 50, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kamis (5/2/2026) lalu, perlahan mulai terkuak. Korban yang ditemukan dengan luka serius di bagian kepala dan tubuh itu akhirnya diketahui identitasnya.
Korban bernama Ardiansyah (24), warga Kabupaten Pulang Pisau, yang akrab disapa Ale. Identitas tersebut terungkap setelah pihak kepolisian menggelar pra rekonstruksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Sebelumnya, jenazah Ale sempat menjadi tanda tanya besar. Saat ditemukan, korban tidak membawa dompet, telepon genggam, maupun kartu identitas. Tubuhnya penuh tato di bagian pundak dan lengan, dengan luka-luka menganga yang diduga kuat akibat senjata tajam. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk keperluan visum.
Dalam pra rekonstruksi yang digelar Senin (10/2/2026) malam, polisi memeragakan sejumlah adegan berdasarkan keterangan saksi. Dari kegiatan tersebut, petugas juga menemukan sebuah kaos hitam bergambar kelelawar yang diduga milik korban, berjarak sekitar 650 meter dari lokasi penemuan jenazah.
Tiga rekan korban yang sebelumnya berangkat bersama Ale untuk bekerja ke Kabupaten Katingan turut dihadirkan dalam pra rekonstruksi. Ketiganya masih berstatus saksi dan dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik.
Pra rekonstruksi dipimpin langsung Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafizh Ramadhan, didampingi Kanit Jatanras Polresta Palangka Raya, dengan melibatkan 23 personel gabungan dari unsur Reskrim, Intelkam, SPKT, Provost, Inafis, hingga Unit Patroli Satlantas.
Kapolresta Palangka Raya melalui Kapolsek Bukit Batu menyampaikan bahwa pra rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi faktual di lapangan.
“Kami menghadirkan tiga rekan korban yang terakhir bersama almarhum, untuk memperjelas kronologi dan menguji kesesuaian keterangan mereka dengan fakta di lapangan,” ujar Ipda Muhammad Hafizh.
Pra rekonstruksi dimulai dari titik penemuan jenazah di depan Gang Mulia Km 50,4, kemudian dilanjutkan ke Km 51 yang diduga sebagai lokasi korban turun dari kendaraan.
“Di lokasi tersebut, petugas melakukan penyisiran dan menemukan kaos hitam sekitar 15 meter dari titik korban turun. Jaraknya kurang lebih 650 meter dari lokasi jenazah ditemukan,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat diminta kembali masuk ke mobil oleh rekan-rekannya. Namun korban menolak dan akhirnya ditinggalkan.
Kapolsek menegaskan bahwa seluruh rangkaian pra rekonstruksi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang masih terus berjalan.
“Kami masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini, belum dapat disimpulkan ada atau tidaknya unsur tindak pidana,” tegasnya. (ter/cen)



