PALANGKA RAYA – Sebanyak 16 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi paket makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya, Kamis malam (5/2/2026). Enam belas orang tersebut terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 16 warga yang mengalami gejala, 12 orang mengalami keluhan ringan, sementara 4 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit berbeda. Empat pasien tersebut terdiri dari satu ibu hamil, satu ibu menyusui, satu balita, dan satu anak berusia 7 tahun.
Ketua Kader Posyandu Harum Manis, Isnainiyah, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Namun menurutnya, kejadian itu diduga bukan disebabkan oleh kualitas makanan, melainkan karena kelalaian penerima manfaat dalam mengonsumsi paket MBG.
“Dari 102 penerima manfaat, ada 16 orang yang mengeluhkan gejala seperti pusing dan muntah-muntah,” ungkap Isnainiyah saat ditemui awak media, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, pihak posyandu pertama kali menerima informasi setelah salah satu penerima manfaat menghubungi secara pribadi. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa warga yang mengalami gejala mengonsumsi makanan MBG di atas waktu yang dianjurkan.
“Saya tanya dan minta mereka jujur. Rata-rata mengaku makan di atas jam 1 sampai jam 3 siang, padahal waktu konsumsi sudah lewat dari yang dianjurkan,” jelasnya.
Isnainiyah menambahkan, kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak program MBG 3B di Posyandu Harum Manis berjalan pada 8 Januari 2026. Menu makanan saat itu terdiri dari telur mata sapi dengan saus asam manis, tumis buncis, kacang dan jagung serut, serta buah melon.
“Padahal kami semua juga makan menu yang sama, termasuk para kader posyandu, dan tidak ada yang mengalami mual atau muntah. Setelah ditelusuri, ternyata warga yang mengalami gejala mengonsumsi MBG terlalu lama setelah diterima,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihak posyandu selama ini selalu mengingatkan penerima manfaat agar segera mengonsumsi makanan setelah diterima.
“Setiap pembagian, kami selalu mengingatkan agar makanan langsung dimakan. Apalagi makanan basah, tentu cepat berubah rasa dan kualitas jika terlalu lama dibiarkan,” pungkasnya. (ter/ens/cen)



