Zona Rawan DBD, Mendawai Jalani Fogging Siklus Kedua

dbd
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui Puskesmas Bukit Hindu kembali melakukan fogging siklus kedua di kawasan Mendawai, Kelurahan Palangka. Foto: Ist

PALANGKA RAYA – Upaya menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palangka Raya terus diperkuat.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui UPTD Puskesmas Bukit Hindu kembali menggelar fogging atau pengasapan siklus kedua di kawasan Mendawai, Kelurahan Palangka, Senin (2/2/2026).

Langkah lanjutan ini dilakukan setelah fogging siklus pertama dilaksanakan sepekan sebelumnya. Wilayah Mendawai dinilai masuk dalam zona rawan, menyusul adanya laporan warga terkait dugaan kasus DBD dalam beberapa hari terakhir.

Petugas Surveilans Penyakit Menular Puskesmas Bukit Hindu, Risna Erni, menjelaskan bahwa pelaksanaan fogging didasarkan pada hasil penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan setelah menerima laporan masyarakat.

“Dalam satu minggu terakhir kami menerima laporan dari warga. Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan satu kasus DBD yang sempat dirawat di rumah sakit dan kini sudah dipulangkan,” ungkap Risna.

Tak hanya itu, pihak puskesmas juga mencatat adanya sejumlah warga lain yang mengalami demam dengan gejala mengarah ke DBD. Berdasarkan temuan tersebut, Mendawai direkomendasikan untuk dilakukan fogging lanjutan.

“Fogging hari ini merupakan siklus kedua, dengan jarak tujuh hari dari siklus pertama sesuai ketentuan teknis,” jelasnya.

Risna menambahkan, fogging bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa pembawa virus dengue, sehingga risiko penularan di sekitar lokasi kasus dapat ditekan. Namun, ia menegaskan bahwa pengasapan bukan solusi tunggal dalam penanganan DBD.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, apalagi cuaca saat ini sering berubah antara hujan dan panas yang memicu genangan air,” katanya.

Ia pun mengingatkan warga agar konsisten menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus, mengingat fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, bukan jentiknya.

Selain itu, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi tumpukan sampah, serta menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, agar upaya pencegahan DBD dapat berjalan lebih optimal. (ifa/rdo/cen)