BANJARMASIN – Konversi kendaraan bermotor konvensional menjadi kendaraan listrik yang ramah lingkungan, efisien, dan rendah emisi. Kolaborasi antara PLN dan akademisi tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga pengajar tingkat sekolah menengah dalam menguasai teknologi kendaraan listrik secara langsung.
Program ELVI SUKESI dikembangkan dalam bentuk bengkel konversi sekaligus pusat pelatihan (training center) yang mendukung peningkatan keterampilan reparasi, konversi, dan pemeliharaan kendaraan listrik. Melalui fasilitas ini, peserta mendapatkan pengalaman praktik mulai dari sistem kelistrikan, baterai, hingga aspek keselamatan dan standar teknis konversi kendaraan listrik.
Pada tahap sebelumnya di tahun 2024, program ELVI SUKESI telah direalisasikan melalui pelatihan konversi sepeda motor listrik bagi guru dan siswa SMK, penguatan manajemen bengkel, pengadaan peralatan pendukung, renovasi bengkel konversi, hingga sertifikasi bengkel ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Program tersebut secara resmi diserahterimakan pada 26 November 2024 dan menjadi fondasi pengembangan tahap lanjutan.
Memasuki tahun 2025, PLN kembali melanjutkan komitmen tersebut melalui ELVI SUKESI Tahap II dengan cakupan program yang lebih luas. Kegiatan ini meliputi pelatihan konversi sepeda motor listrik bagi siswa dan guru SMK, kuliah umum, serta pengadaan sarana pendidikan konversi kendaraan listrik guna mendukung pembelajaran praktik yang berkelanjutan.
Dukungan dan apresiasi disampaikan dari pihak akademisi. Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin, Joni Riadi, S.ST., MT., menyampaikan bahwa kemitraan dengan PLN memberikan nilai tambah bagi pengembangan pendidikan vokasi.
“Terima kasih kepada PLN atas kemitraan strategis dan berkelanjutan dalam Program ELVI SUKESI. Ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk mendukung transisi energi hijau dan meningkatkan kompetensi SDM di pendidikan vokasi,” katanya.
Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum (KKU) PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar yang hadir dalam peresmian, menjelaskan bahwa keberlanjutan program ini mencerminkan optimisme PLN dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dari sisi hulu, yakni penguatan kompetensi pendidikan vokasi.
“Program ELVI SUKESI merupakan wujud nyata dan semangat optimisme untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui peningkatan kompetensi pendidikan vokasi,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, PLN menilai kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi kunci agar transisi energi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata. Hal ini ditegaskan oleh General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono melalui keterangan tertulis di Banjarbaru.
“Melalui sinergi berkelanjutan antara PLN dan akademisi, transisi energi hijau tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan, pendidikan, dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Program ELVI SUKESI, PLN UID Kalselteng berharap dapat terus mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap berperan aktif dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik serta berkontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan di daerah. (adv)



