KUALA KURUN – Minat masyarakat, khususnya generasi muda atau kaum milenial di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terhadap sektor pertanian dinilai masih rendah. Padahal, wilayah Gumas memiliki potensi lahan yang luas dan sangat cocok untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian dan perkebunan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Sahriah, mengajak kaum milenial untuk mulai melirik dan terjun ke dunia pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan di era modern.
“Wilayah Kabupaten Gunung Mas ini sangat luas dan banyak tempat yang cocok untuk pertanian. Kami sangat mendukung jika kaum milenial mau melirik dunia pertanian, apalagi di era modern sekarang semuanya sudah lebih mudah,” ujar Sahriah, Senin (5/1/2026).
Politikus Partai Gerindra itu menilai, dengan pemanfaatan teknologi dan sistem pertanian modern, kaum milenial dapat menjadi petani milenial yang produktif dan mandiri. Hal tersebut diyakini mampu meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah.
Menurutnya, komoditas pertanian seperti jagung dan padi sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Gunung Mas yang dikenal dengan sebutan Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
“Anak muda tidak hanya bisa unggul dalam bertani, tetapi juga berkebun. Hasilnya tentu dapat menjadi bekal untuk masa depan, karena saat ini alat dan teknologi pertanian sudah semakin lengkap dan modern,” terangnya.
Sahriah menambahkan, generasi muda saat ini sudah akrab dengan teknologi. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi tersebut seharusnya diarahkan pada sektor produktif seperti pertanian dan perkebunan.
“Kami berharap kaum milenial bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada, seperti menanam jagung, padi, singkong, dan komoditas lainnya. Semua itu bisa memberikan keuntungan dan menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Jangan malu untuk berkarya dan membangun daerah kita sendiri,” tandasnya. (nya/cen)



