MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Nanuk Saritani, menilai peringatan Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi partisipatif terhadap kinerja pembangunan infrastruktur di daerah.
Meski menyampaikan apresiasi atas kerja keras insan PUPR, Nanuk menekankan pentingnya pelibatan masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi pasca proyek.
Menurutnya, infrastruktur yang berkeadilan adalah infrastruktur yang dibangun berdasarkan kebutuhan riil dan aspirasi masyarakat, bukan semata-mata hasil perencanaan teknis. Oleh karena itu, mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perlu diperkuat agar lebih substansial dan tidak bersifat formalitas.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pekerja PUPR. Namun apresiasi terbaik adalah memastikan karya mereka tepat guna dan benar-benar sesuai kebutuhan warga. Peran DPRD di sini adalah memastikan suara konstituen kami didengar sejak awal perencanaan,” ujar Nanuk Saritani, Rabu (3/12).
Nanuk juga mengusulkan agar Dinas PUPR lebih intensif melakukan sosialisasi serta menjaring masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok perempuan dan pemuda, sebelum proyek dimulai. Selain itu, evaluasi pasca pembangunan juga dinilai penting untuk melibatkan langsung masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Dengan evaluasi partisipatif, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat demokrasi. Hasilnya akan lebih berkelanjutan dan benar-benar dirasakan oleh semua kalangan, sebagaimana harapan Bupati,” pungkasnya. (tia/cen)



