Hantam Bangkai Kapal, Yacht Pasangan Turis Belgia Nyaris Tenggelam di Kotim

turis belgia
Perjalanan wisata yang seharusnya menyenangkan bagi sepasang turis asal Belgia berubah menjadi momen penuh ketegangan setelah yacht pribadi yang mereka tumpangi mengalami kebocoran di Perairan Pantai Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotim, Kamis (27/11/2025). Foto: Ist

SAMPIT — Perjalanan wisata yang seharusnya menyenangkan bagi sepasang turis asal Belgia berubah menjadi momen penuh ketegangan setelah yacht pribadi yang mereka tumpangi mengalami kebocoran di Perairan Pantai Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (27/11/2025).

Kedua wisatawan tersebut, Baudouin Briac J. dan Karine Christiane B., tengah melanjutkan ekspedisi keliling Kalimantan menuju Malaysia dan Brunei. Namun, pelayaran mendadak berubah dramatis ketika yacht mereka diduga menghantam bangkai kapal tenggelam di sekitar Perairan Ujung Pandaran.

Benturan keras tersebut menyebabkan bagian lambung kapal retak dan air mulai masuk ke dalam ruang kabin. Dalam kondisi darurat, pasangan itu segera menghubungi layanan 110 Polri untuk meminta bantuan.

Menerima laporan tersebut, Polres Kotim segera meneruskan informasi ke BPBD, Basarnas, Polairud, KSOP, dan Kantor Imigrasi. Tim penyelamat gabungan kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan respons cepat lintas instansi menjadi kunci penyelamatan pasangan turis tersebut.

“Kapal mengalami kebocoran setelah diduga menabrak bangkai kapal. Syukurlah keduanya berhasil dievakuasi dan dibawa ke kawasan Samuda dalam kondisi selamat,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Selain mengevakuasi korban, tim juga memastikan yacht tersebut tetap bisa diselamatkan. Kapal kemudian dikawal menuju galangan PT Fushor untuk perbaikan teknis.

“Basarnas, Imigrasi, dan Polairud turut mendampingi hingga kapal berhasil sandar dengan aman,” tambahnya.

Perbaikan yacht diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat hari. Selama menunggu, kedua wisatawan tinggal sementara di Sampit.

Meski sempat panik, keduanya menyampaikan ucapan terima kasih atas respon cepat petugas yang membantu mereka.

Kepala Kantor Imigrasi Sampit, Bayu Dewabrata, menuturkan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan dari Polres Kotim.

“Dokumen perjalanan dan izin tinggal lengkap dan masih berlaku. Yacht ini merupakan kapal pribadi, bukan sewaan,” jelasnya, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Bayu, seluruh administrasi pelayaran seperti izin berlayar KSOP, karantina, dokumen kapal, hingga daftar kru dinyatakan valid.

Pasangan ini sebelumnya sempat menikmati sejumlah destinasi wisata di Indonesia, dengan Tanjung Puting menjadi titik singgah terakhir sebelum insiden terjadi.

“Tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian. Semua prosedur sesuai aturan,” tegasnya.

Meski harus menghadapi insiden yang mengancam keselamatan, kedua wisatawan tetap bersemangat melanjutkan perjalanan panjang mereka mengelilingi Kalimantan, Malaysia, dan Brunei.

Mereka berharap proses perbaikan berjalan cepat sehingga pelayaran dapat kembali dilanjutkan sesuai rencana. (pri/cen)